Panduan Penumpang Transjakarta

Sebelum Melakukan Perjalanan

Tentukan rute perjalanan

Rute perjalanan mencakup semua moda transportasi yang akan digunakan untuk pergi ke tempat tujuan, tidak terbatas hanya pada transjakarta. Sedangkan untuk rute transjakarta, kita harus mengetahui rute apa yang nantinya akan kita naiki dan di halte apa kita harus transit. Peta rute transjakarta bisa dilihat di halaman ini.

Prediksi waktu perjalanan

Memprediksi waktu perjalanan adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan sebelum bepergian. Minimal dengan prediksi ini, kita bisa mengetahui pukul berapa kita harus berangkat dari tempat asal. Panduan untuk menghitung waktu tempuh bis transjakarta bisa dilihat di halaman ini.

Siapkan uang pas/kecil atau kartu prabayar untuk membayar

Dengan menyiapkan uang pas/kecil atau kartu prabayar dari tempat asal, maka kita tidak perlu repot lagi membuka dompet sebelum membayar.

Siapkan perlengkapan yang mungkin dibutuhkan

Contohnya adalah payung atau jaket apabila cuaca mendung atau hujan. Selain itu, disarankan untuk memakai pakaian yang nyaman, misalnya pakaian tipis agar tidak kepanasan ketika mengantri di halte yang kecil, atau tidak memakai sepatu hak tinggi agar tidak sulit sewaktu menyebrangi JPO/SWPA yang jaraknya jauh.

Sebelum Masuk ke Halte

Antrilah dengan tertib sewaktu membeli tiket

Antrilah dari belakang (bukan dari samping!) dan jangan menyerobot antrian yang ada. Apabila kita menemukan penumpang yang tidak antri, tegur orang tersebut agar dia malu.

Usahakan untuk membayar dengan uang pas

Membayar dengan uang pas dapat mempercepat waktu transaksi karena tidak memerlukan kembalian.

Hitung jumlah tiket yang dibeli beserta uang kembaliannya sebelum meninggalkan loket

Harga satu tiket transjakarta yaitu Rp2.000 pada pukul 05:00-07:00 atau Rp3.500 pada pukul 07:00-22:00.

Di halte yang menggunakan sistem tiket manual, pastikan bahwa kita menerima tiket yang belum disobek

Apabila kita menerima tiket yang sudah disobek, laporkan petugas kasir tersebut (catat nama petugas, nama halte, waktu kejadian). Kadang-kadang di saat hanya ada satu petugas kasir yang bertugas di halte, petugas tersebut akan memperlihatkan tiket yang masih belum tersobek, lalu akan menyobeknya di hadapan kita. Hal ini wajar, yang penting kita harus melihat secara langsung waktu tiket itu disobek.
Halte yang menggunakan sistem tiket manual adalah semua halte di koridor 4-8 dan halte Grogol dan RS Sumber Waras di koridor 3. Semua halte sisanya menggunakan sistem tiket elektronik.

Masukkan tiket ke mesin barrier atau berikan tiket ke petugas barrier untuk disobek

Apabila kita memiliki kartu prabayar, tempelkan kartu prabayar ke atas mesin barrier dan lihat pengurangan jumlah saldo dan saldo yang tersisa.

Di Dalam Halte

Buanglah sampah pada tempatnya

Jangan membuang sampah di sembarang tempat. Apabila tidak ada tempat sampah, simpan sampah tersebut sampai kita menemukan tempat sampah.

Antrilah dengan tertib sewaktu menunggu bis

Antrilah dari belakang (sekali lagi, cara mengantri yang benar itu bukan dari samping!) dan jangan menyerobot antrian. Apabila kita menemukan penumpang yang tidak antri, tegur orang tersebut agar dia malu.

Jangan saling mendorong sewaktu mengantri

Biasakan untuk tidak melakukan budaya kampungan seperti ini. Jangan pernah mendorong penumpang lain! Apabila kita merasa terdorong oleh penumpang di belakang, pertahankan tubuh kita agar penumpang di depan kita tidak ikut terdorong, kemudian tegur penumpang yang mendorong kita!

Utamakan penumpang yang akan turun dari bis

Jangan masuk ke dalam bis, sebelum semua penumpang yang akan turun keluar dari bis!

Jangan memaksa masuk ke dalam bis apabila satgas sudah membatasi penumpang

Walaupun bis belum terisi penuh, terkadang satgas onboard masih membatasi penumpang. Hal ini disebabkan karena banyak penumpang lain yang akan naik dari halte-halte berikutnya. Jadi, jangan marah apabila kita dilarang masuk ke dalam bis, karena itu sudah merupakan tugas mereka. Apabila kita benar-benar sedang mengejar waktu, minta izin terlebih dulu ke satgas onboard di bis tersebut, biasanya bisa dimasukkan tambahan 1 orang lagi.

Apabila ingin menunggu agar dapat duduk di dalam bis, minggir dan jangan menghalangi antrian

Mendapatkan tempat duduk adalah hak semua penumpang. Tetapi tolong dong, apabila ingin dapat duduk di bis berikutnya, bergeser ke samping dan jangan berdiri di tengah menghalangi antrian! Banyak orang-orang lain yang ingin cepat masuk ke dalam bis! Apabila menemukan penumpang yang menghalangi antrian hanya karena ingin dapat duduk, tegur dan buat dia malu ke penumpang lain yang sedang mengantri dibelakangnya.

Perhatikan barang bawaan

Di dalam antrian yang padat penumpang, letakkan barang bawaan di depan dada (jangan di samping atau di belakang punggung), agar kemungkinan tercopet bisa diminimalkan. Untuk barang-barang yang berada di dalam kantung, lebih baik masukkan ke dalam tas. Apabila kita tidak membawa tas, lebih aman untuk memegang langsung dompet/ponsel di tangan, atau dengan memasukkan tangan ke dalam kantung.

Hati-hati melangkah ke dalam bis

Apabila jarak antara halte dan bis terlalu lebar, mintalah bantuan satgas untuk masuk ke dalam bis.

Di Dalam Bis

Jangan berdiri di dekat pintu, bergeserlah masuk ke dalam bis

Daripada berdiri berdesakan di dekat pintu, lebih baik berdiri di bagian dalam yang relatif lebih lengang. Selain itu apabila kita berdiri di dekat pintu, kita akan menghalangi penumpang lain yang akan masuk/keluar bis dan sangat mengganggu pergerakan penumpang lain.

Setelah masuk ke dalam bis, segeralah catat nomor bis transjakarta beserta waktunya

Nomor bis transjakarta dapat dilihat di kaca samping di dalam bis. Apabila tidak ada nomornya dapat dilihat di bagian luar bis, sisi sebelah kanan, baik di depan ataupun di belakang bis. Sedangkan jam bisa dilihat di bagian terdepan bis, sebelah papan LED informasi halte.
Tujuan mencatat nomor bis dan waktu perjalanan adalah untuk tujuan pelaporan. Misalnya pramudi bis mengemudikan bis dengan buruk, atau untuk melaporkan bahwa AC di dalam bis panas, dan lain-lain.

Utamakan tempat duduk bagi penyandang cacat, lanjut usia, dan ibu hamil

Tanpa perlu disuruh satgas, seharusnya kita rela memberikan tempat duduk kepada orang-orang tersebut.

Jangan duduk di atas partisi di sebelah kiri pramudi

Kemungkinan penumpang untuk terjatuh ke sebelah kanan dan menimpa pramudi itu ada. Ingat, keselamatan puluhan orang di dalam bis dapat terancam.

Dilarang makan, minum, dan merokok di dalam bis

Makan dan minum hanya diperbolehkan di dalam halte, sedangkan merokok tidak diperbolehkan dimanapun. Pada bulan Ramadhan, diperbolehkan untuk membatalkan puasa di dalam bis asalkan tidak mengotori bis.

Jangan ragu untuk bertanya apabila bingung tentang rute perjalanan

Malu bertanya sesat di jalan. Daripada kebingungan sendiri, lebih baik bertanya kepada siapa pun, baik itu petugas barrier, satgas, atau penumpang lain.

Sebelum turun, perhatikan barang bawaan dan hati-hati melangkah

Jangan sampai ada barang yang tertinggal dan mintalah bantuan satgas untuk keluar dari bis apabila jarak antara bis dan halte terlalu lebar.

Ucapkan terima kasih kepada petugas

Kelihatannya sepele, tetapi dengan ucapan terima kasih dari kita, mereka akan merasa lebih dihormati dan suasana pekerjaan mereka juga akan lebih menyenangkan.

Sewaktu Kehilangan Barang Bawaan

Apabila merasa kecopetan sewaktu mengantri

Setelah sadar ada barang yang hilang, langsung teriak ke satgas sebelum orang-orang di dalam antrian tersebut masuk ke dalam bis. Nanti akan dilakukan razia terhadap para penumpang di antrian tersebut.

Apabila merasa kecopetan di dalam bis

Setelah sadar ada barang yang hilang, langsung teriak ke satgas onboard, kalau bisa sebelum bis berhenti di halte berikutnya. Nanti akan dilakukan razia terhadap para penumpang di dalam bis dan pramudi tidak akan melanjutkan perjalanan sebelum barang yang hilang ditemukan.

Apabila ada barang yang tertinggal di halte atau di dalam bis

Telepon ke BLU Transjakarta Busway (nomor telepon 021-7228727). Berikan informasi tentang kapan barang tersebut tertinggal dan dimana lokasinya (nama halte atau nomor bis). Semua barang penumpang yang tertinggal dan ditemukan oleh petugas akan disimpan di kantor BLU.

Dalam Keadaan Darurat

Buka pintu darurat

Pintu darurat terdapat di bagian kiri depan bis (sebelah kiri pramudi). Untuk bis tunggal dengan satu pasang pintu dan bis gandeng, ada pintu darurat tambahan di bagian paling belakang bis. Sedangkan untuk membuka pintu otomatis secara manual, beberapa bis memiliki tombol darurat yang terletak di bagian atas pintu otomatis tersebut.

Pecahkan kaca

Kaca bisa dipecahkan menggunakan palu pemecah kaca yang terletak di kaca samping bis.

Saat terjadi kebakaran, gunakan APAR untuk memadamkan api

APAR (Alat Pemadam Api Ringan) sebenarnya banyak terdapat di dalam bis dan mudah dijangkau dari semua tempat. Tetapi berhubung sering terjadi pencurian APAR di dalam bis, maka sekarang APAR hanya tersedia satu unit yang diletakkan di samping pramudi. Hal ini untuk menghindari kerugian material atas pencurian APAR oleh penumpang yang tidak bertanggung jawab.