Login user

Navigasi

Komentar Terbaru

Ramai-Ramai Mental Naik JTM 022

idak's picture
Tanggal Kejadian: 
28.01.2008 - 08:45

Laporan pandangan mata pagi ini, naik JTM 022 benar2 horor, semua penumpang loncat, atau lebih tepatnya nggusruk (bahasa apaan tuh), minimal 1 meter ke depan karena pengereman sangat mendadak.

Kronologi: sudah terjadi di halte sebelumnya, ketika penumpang mau naik, bus keburu jalan, akibatnya penumpang sudah melangkahkan kaki, urung naik. Beruntung ada beberapa orang yang memeganginya di belakang. Kalau tidak, mungkin sudah jatuh.

Kalau di halte satunya lagi, kejadiannya hampir sama, cuma dari pengamatan saya, ini disebabkan karena penumpangnya yang ragu-ragu antara mau naik atau tidak.

Puncaknya, setelah lampu merah halte Matraman, memang terdapat pagar pembatas, tapi nampaknya memang sengaja disisakan sedikit space diantara pagar-pagar tersebut untuk orang menyeberang jalan. Plus, ada zebra cross-nya. Kejadiannya begitu cepat, saya duduk di kursi paling belakang, yang model-nya ada undakan sedikit, baru kursi penumpang bagian belakang. Semua penumpang, tak terkecuali, mental ke depan sejauh, minimal 1 meter. Beruntung saya sempat pegangan, jadi terlempar tidak terlalu jauh. Penyebabnya, sepasang kakek-nenek menyeberang jalan. Entah mana yang salah, yang menyebrang, atau supir yang terburu-buru dan tidak hati-hati, tapi supir maupun satgas tidak melakukan tindakan apa-apa dan melanjutkan perjalanan. Si nenek terlihat shock, namun masih bisa berjalan kembali.

Jika ditilik, lokasi penyeberangan memang dekat sekali dengan tikungan, jadi penempatannya kurang tepat. Kakek-nenek tadi tidak salah, karena menyeberang pada tempatnya yang sudah disediakan. Supir melaju begitu cepat saya kira karena faktor tikungan tadi. Namun tetap saja, sebagai seorang pramudi tetap harus hati-hati. Itulah juga sebabnya mengapa di Tije kita masih dibutuhkan satgas untuk berjaga-jaga. karena masyarakat kita belum terbiasa dengan peraturan dan penegakan disiplin secara otomatis.

Yang menarik adalah, ada seorang ibu menggendong bayi perempuannya, dan membawa serta anak laki-lakinya yang masih kecil, ya kira-kira usia 4 tahun. Ketika diberikan tempat duduk, anak lelaki tadi agak bandel, tidak mau dipangku ibunya, maunya duduk 1 kursi sendiri, akhirnya ibunya mengalah, dan berdiri. Anak ini juga duduk di kursi paling belakang, tepat di tengah-tengah dari 5 kursi di belakang, sehingga tidak ada tiang untuk pegangan. Ketika kejadian, anak ini terlihat terlempar cukup jauh, dan jatuh, dan menangis. Tidak sempat ada yang memegangi anak ini karena kejadiannya begitu cepat. Setelah menangis, anak ini kemudian baru mau dipangku ibunya. Hehe, dasar bocah. Yang kasihan ibunya dan anak perempuannya yang masih bayi. Mereka juga ikut terlempar dan terjatuh. Ketika sampai di halte dukuh atas, saya lihat anak perempuan itu tertidur. Semoga tidak apa-apa.

Benar-benar pengalaman yang 'mengesankan'.

Koridor:

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <p> <br /> <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

Captcha
Maaf, Anda manusia atau spam bot?
Jika Anda manusia, tolong ketikkan kode yang muncul di bawah ini (case sensitive)
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.