Login user

Navigasi

Komentar Terbaru

Arogansi PAM Transjakarta dan Disiplin Internal Transjakarta

dedi's picture

Senin, 25 Agustus 2008 ada kejadian yang tidak menyenangkan saat saya menggunakan Busway rute Kp.Melayu - Rambutan. Kejadian sekitar pukul 17:40.

Waktu itu saya berdiri di antara pintu utama sambil berpegangan pada handle yang disediakan. Saat bus mendekati Cawang saya dikagetkan oleh rasa sakit pada lengan saya. Rasa sakit bertepatan saat petugas pengamanan transjakarta menyibak kerumunan penumpang untuk berpindah dari pintu kiri ke kanan. Ketika itu si petugas mendorong tangan saya dengan arogan. Saat saya periksa lengan ternyata terdapat luka gores yang cukup perih dengan panjang lebih kurang 2 cm.

Saat memperhatikan tangan kanan PAM Transjakarta, saya melihat dia memelihara kuku jempol kanan yang cukup panjang, lebih kurang 2 cm. Saya berkeyakinan kuku itulah yang menyebabkan luka pada tangan saya, karena tidak ada orang lain yang menyentuh tangan saya selain dia. Berkaitan dengan hal tsb timbul pertanyan dari saya:

1). Apakah tidak ada tata-tertib karyawan dari pihak Transjakarta mengenai pemeliharaan kuku panjang yang membahayakan ini?

2). Apakah cara-cara arogan dengan membuka kerumunan ini memang diajarkan oleh pihak Transjakarta?

Saya tidak tahu apakah akan ada pihak dari Transjakarta yang membaca pengalaman saya ini dan melakukan perbaikan internal. Paling tidak saya bisa berharap anggota forum ini bisa berhati-hati. Saya ingat nomor bus dan nama PAM Transjakarta yang saya maksud, yaitu.

Nama PAM : Mufid.S (sesuai yang tertera pada seragam)
Nomor Bus: JMT 009

Salam,

Dedi

Ninik Rahayu's picture

Disiplin PAM Transjakarta untuk berhenti di setiap halte

Pada 16 September 2008 sekitar pukul 09.15, saya menggunakan busway rute Pulo Gadung - Kalideres untuk pergi ke kantor saya di daerah Pejambon. Ketika busway telah mendekati halte Deplu, saya berdiri dekat sekali dengan pintu utama dengan harapan nantinya akan memudahkan saya untuk keluar.

Tidak disangka, ternyata busway tersebut tidak berhenti di halte Deplu karena tidak ada penumpang yang akan masuk dari halte tersebut. Waktu saya tanya ke PAM transjakarta yang sedang bertugas (sayangnya saya tidak sempat mencatat nama ybs) tentang kenapa busway tidak berhenti di halte Deplu, ybs malah bertanya balik, "Kenapa mbak tadi nggak bilang kalau mau turun?".

Dari reaksi tersebut, saya jadi bertanya-tanya, Apakah sekarang peraturan busway telah berubah? Yang tadinya berhenti di setiap halte sekarang berhentinya sesuai dengan permintaan penumpang. Dalam kaitan ini, jika penumpang tidak menyampaikan tentang halte tujuannya terlebih dahulu kepada PAM transjakarta, maka penumpang tersebut yang bersalah jika ada hal-hal yang tidak diinginkan. Perlu disampaikan pula bahwa hal ini sudah terjadi untuk ke-3 kalinya pada saya.

Menurut saya, pihak transjakarta benar-benar perlu memberlakukan upaya pendisiplinan PAM transjakarta agar moda transportasi masal ini dapat senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik dan tidak merugikan penumpang.

Salam,

Ninik

lisbdm's picture

Bus kosong tapi tidak berhenti di halte

Saya pengguna koridor V seringkali melihat ada bus-bus dari ancol ke arah Senen yang kosong tapi tidak mengambil penumpang di halte, padahal penumpang sudah banyak. Yang terburuk saya alami kemarin. Selama paling sedikit 20 menit menunggu di halte Budi Utomo ada 2 bis biasa dan 1 bis gandeng yang kosong sama sekali melaju begitu saja tanpa berhenti. Akibatnya penumpang menumpuk. Pada waktu akhirnya ada bis yang berhenti, bis tersebut sudah sangat penuh (tentunya dampak dari penumpang yang juga menumpuk di halte-halte sebelumnya) sehingga penumpang di halte tidak dapat masuk. Akibat akhir, untuk mencapai dari halte Budi Utomo hingga Senen saya membutuhkan kira-kira 40 menit, 30 menit di antaranya hanya untuk menunggu. Adakah yang dapat menjelaskan mengapa bis-bis kosong tersebut tidak berhenti, padahal mereka sebenarnya juga ke arah Senen.

Salam,
Lisa

david's picture

Penumpukan penumpang di Halte Ragunan

sejak minggu2 kemarin, terjadi penumpukan penumpang yang sangat panjang di halte pertama ragunan pada jam kerja... dari proses beli tiket sampai masuk busway di antrian berdiri membutuhkan waktu sampai 45menit-1.5 jam-an pada pagi hari... biasanya 10-20 menit sudah dapat masuk kedalam busway di antrian berdiri.. tentunya ini berdampak penumpukan penumpang di halte2 selanjutnya, seperti di halte deptan, SMK, jatipadang, dll karena semakin banyak yang tidak terangkut..
Bahkan jam pulangpun bisa menunggu sampai berjam2 di halte2 kawasan rasuna said..
mohon dipertimbangkan untuk penambahan busway ataupun lainnya.

foto terkait:
http://img371.imageshack.us/my.php?image=dsc01356bm6.jpg
http://img366.imageshack.us/my.php?image=dsc01357mp4.jpg
http://img205.imageshack.us/my.php?image=dsc01359hu6.jpg

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <p> <br /> <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

Captcha
Maaf, Anda manusia atau spam bot?
Jika Anda manusia, tolong ketikkan kode yang muncul di bawah ini (case sensitive)
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.