Login user

Navigasi

Komentar Terbaru

Untuk Pegawai Busway yang Terhormat

Tri Harjanti's picture

1. Saya pelanggan busway karena setiap hari saya ke kantor menggunakan busway, perlu di ketahui saya Naik dari Ragunan Sampai Jembatan Merah / Sheraton. Saya Kecewa karena busway makin hari semakin payah, Kalau Pagi saya harus menunggu busway di ragunan sampai +/- 1 jam dengan antrian yang begitu panjang padahal saya harus kekantor pukul 8.30 yg terletak di kemayoran dan Pramudinya saya harap menurunkan penumpang di pintu penurunan jangan di pintu naik penumpang karena td pagi saya turun di halimun dan diturunkan di pintu naik sedangkan penumpang yg mau naik tidak memberi jalan kepada yang mau turun sehingga saya terdorong lagi kebelakang dan kemungkinan ada copet sangat besar.
2. Untuk Pegawai busway yang berada di pintu penurun dukuh atas, anda harus konsekuen dengan pekerjaan anda dan jangan sombong karena anda berdasi, mungkin gaji anda dengan saya jauh lebih besar saya walau saya tidak berpenampilan seperti anda.
Setiap saya pulang dari kantor saya turun di halimun untuk melanjutkan ke ragunan. Awal Saya turun di halimun saya selalu membeli tiket kembali karena kalau tidak membeli tiket saya diturunkan di dukuh atas untuk antri dengan antrian yg begitu panjang, Tp udah beberapa bulan setiap saya membeli tiket tidak pernah diperiksa sehingga saya tidak membeli tiket kembali. Tp Pada hari Jumat tanggal 14 Nov'08 saya pulang dengan keadaan kurang sehat atau sakit dan seperti biasa saya turun di halimun tanpa membeili tiket tp apa yang terjadi ternyata pegawai busway memeriksa tiket dan saya di turunkan di dukuh atas untuk antri dengan antrian yg desak desakan. Saya sudah utarakan kekecewaan saya tp pegawai yang memakai dasi itu pura2 tidak dengar dan cuek, akhirnya saya komplain kepada petugas busway yang tidak memakai dasi tp dia juga sama memutar jawaban atas pertanyaan saya, dia pura2 bodoh. Coba bayangkan seadainya saya antri desak desakan dalam keadaan tidak sehat, mungkin saya akan pingsan. Akhirnya saya melanjutkan perjalanan saya dengan taksi. Saya hanya minta konsekuen dengan pekerjaannya, kalau memang harus di periksa ya di periksa, kalau tidak ya tidak usah di periksa seterusnya. Kalau antrian panjang di dukuh atas itu sudah resiko penumpang yang di dukuh atas, sayapun demikian saya sering tidak mendapat busway karena penuh terus, itu sudah resiko saya karena saya naik dari sheraton, saya harap begitu juga yang di dukuh atas. Jangan mengistimewakan penumpang atau Shelter tertentu karena semua penumpang bayar tidak ada yang gratis. Saya Tunggu Jawaban dari Pihak Transjakarta.
Terima kasih

Zen's picture

Re: Untuk Pegawai Busway yang Terhormat

Tri Harjanti mnulis "jangan sombong karena anda berdasi, mungkin gaji anda dengan saya jauh lebih besar saya walau saya tidak berpenampilan seperti anda."

Klo mnrt saya sih gaji ga ada hubungannya dgn dasi, siapapun bs pakai dasi ga ada yg larang. mgkn klo complainnya saya jg merasa demikian. Klo pegawai yg pura2 cuek mgkn krn pegawai tsb merasa tdk enak pd anda akan tetapi krn peraturannya spt itu jd pegawai tsb trpaksa pura2 cuek. Saya sarankan anda dari awal sdh memakai taxi krn sudah merasa tidak enak badan.

Demikian opini saya, dgn tidak mengurangi rasa hormat pd sdr/sdri Tri Harjanti.
Saya doakan smoga anda selalu dalam keadaan sehat sehingga dpt trs naik Busway. mgkn suatu hari nanti kita bs bertemu dan berkenalan diatas Busway

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <p> <br /> <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

Captcha
Maaf, Anda manusia atau spam bot?
Jika Anda manusia, tolong ketikkan kode yang muncul di bawah ini (case sensitive)
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.