Efektifitas Pembangunan 1 Koridor MRT
Jum, 08/24/2007 - 16:44 — putra
Saya bukannya gak setuju pembangunan 1 koridor MRT, tapi yang saya ingin perjelas adalah prioritasnya itu bagaimana. Mana yang lebih kerasa efek/dampaknya, hanya punya 1 koridor MRT atau punya 7 koridor MRT? Yang mana? Kalau bicara prioritas, saya pilih punya 7 koridor MRT...
Lho gimana caranya? Kalau pemprop punya prioritas yang baik dan benar, kenapa tidak difokuskan membenahi jalur2 KRL Jabodetabek dan menyulapnya menjadi 7 koridor berstandar MRT? MRT kan tidak melulu harus dibawah tanah/layang, MRT adalah sebuah angkutan umum massal cepat (mass rapid). Kalau MRT artinya itu, KRL dan busway (BRT) sebenarnya adalah MRT.
Sudah puluhan studi, survey, seminar tentang transportasi, itu semua memang kesimpulannya adalah bangun angkutan umum massal (MRT), dan itu baru 1 yang terkabul: busway. Proyek monorel yg datang seperti geledek, sampai sekarang tergedek2 karena dari awal memang proyek ini pertama: tidak pernah diusulkan dalam planning, kedua: tidak feasible, ketiga: pasarnya saja diragukan.
Coba kalau pemprop fokus pembenahan upgrade KRL menjadi MRT, dan proyek2 itu ditawarkan ke investor2. Saya yakin sekali banyak investor yang tertarik. Marketnya sudah jelas, jaringannya luas, ratusan ribu orang naik KRL tiap hari, ratusan ribu lainnya bosan macet di jalan, ratusan ribu lainnya mendambakan MRT seperti di Singapura ada di Jakarta... Ini ada fasilitas gak terawat, ini ada needs masyarakat, dan ini big fish.
Rel sudah ada, listrik ada, stasiun ada, depo ada, ini apa lagi yang dibutuhkan investor. Mereka (investor) hanya tinggal mempercantik saja kok, gak perlu bangun2 baru lagi. Kalau masyarakat kelas atas nyaman jalan2 di mall, belum tentu nyaman ke stasiun, dan boro2 pernah. Tapi kalau stasiunnya senyaman PIM / Plaza Senayan,(ber AC, bersih) saya yakin masyarakat kelas atas yang notabene sebagian besar pemakai mobil pribadi, pasti beralih ke KRL.
Tapi semua kembali lagi ke bagaimana program2 pemprop untuk mencapai visinya. MRT walaupun mahal, tapi kalau itu pilihan programnya, ya kita mau bantah bagaimana. Padahal tuh dana MRT Lebak Bulus - Kota (Rp 14 T) sudah LEBIH DARI CUKUP membenahi seluruh jalur Jabodetabek (7 koridor) menjadi statusnya MRT Jabodetabek, dengan stasiun bersih, nyaman, berAC, KRL ber AC, headway singkat, jalur KA bersih dari pemukim liar, dsb. Susah? Masak sih... monorel aja yang susah diwujudkan saja ternyata bisa masuk dalam program / rencana program pemprop. Masak yang cere seperti ini susah.
Btw, menurut saya websitenya Pak Indra sudah bagus. Coba disosialisasikan lagi, mungkin lewat fwd email, website pertemanan: kaskus/myspace, chat group, milis2, dll... Kalo untuk ide channel ke pemprop, mungkin ada baiknya milis kita sering2 kopi darat. Karena bocorannya suara milis ini akan diakomodasi untuk lebih didengar ke jajaran pemprop yang baru. Siapa tau...
- Blog putra
- 1095 kali dibaca


