Ibu Hamil muda apakah tidak berhak ikut di antrian ibu2 hamil????
Jum, 04/17/2009 - 17:06 — Dyah
Saya pengguna setia transjakarta koridor IV. saat ini saya sedang hamil 10 minggu...dimana-mana umur kehamilan sebelum mencapai 4-5 bulan tidak akan terlihat orang laen klo yg bersangkutan tidak memberi tahu....karena hal ini saya tadinya bingung mau memilih ikut mengantri di ibu2 hamil atau antrian biasa...okelah klo antrian lagi sepi gak masalah berdiri menunggu sebentar, tp kalau pas padat...lalu bus datang lama dengan kondisi badan tidak fit (pusing, mual2, muntah, lemas) wkt usia kehamilan muda kemudian mesti lama berdiri, menunggu dan berdesak2an saya ngga kuat...
sudah beberapa kali mencoba ikut di antrian biasa malah ga karuan, perut jg sakit krn desakan dan dorongan dr belakang....saya pun kemudian mencoba ikut mengantri di antrian ibu hamil....tapi.....
beberapa kali petugas yg jaga di pintu untuk antrian ibu hamil seperti tidah percaya dgn kehamilan saya...kadang ada yg judes, ada yg smp ngelihatin saya dr masuk smp duduk krn rasa tidak percaya...kondisi ini membuat saya merasa sangat tdk nyaman, saya dianggap spt org bohong...apa mungkin sy perlu bawa surat bukti dr dokter tiap sy naek....atau bagaimana? mohon saran dr pengelola trans jakarta....
- 1239 kali dibaca
Komentar
Min, 04/19/2009 - 11:27 — pengguna busway (tidak terverifikasi)

kangen BASTIAN
kangen BASTIAN !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Min, 04/19/2009 - 18:37 — david_chyn
Penumpang Prioritas -Ibu Hamil muda
Ibu Dyah,
Kami prihatin atas peristiwa yang menimpa ibu. Semoga ibu tetap sehat.
Di lain pihak, tampaknya sulit bagi petugas untuk melihat kondisi ibu yang benar-benar memerlukan prioritas di tengah situasi sering terjadinya ulah para pengguna juga yang sering menyalahgunakan fasilitas ini. Seperti hari Kamis yll di DukuAtas2, seorang ibu (45an), yang menurut saya masih gesit/sehat, menggunakan antrian prioritas; dan ketika ditegur satgas, dengan enteng dia menjawab 'kan saya sudah nenek-nenek' (???)
Mungkin kita perlu terus membangun budaya antri, supaya (termasuk ibu Dyah) semua dapat terlayani dengan baik.
Salam prihatin (dc)
Sab, 04/25/2009 - 07:57 — Guest (tidak terverifikasi)

Mungkin butuh surat
Mungkin butuh surat keterangan hamil dari dokter, berapapun usia kehamilan itu, jadi lebih mantap, baik bagi petugas dan penumpang.
Saya rasa surat keterangan (terutama untuk hal-hal khusus yang tidak mudah diidentifikasi seperti kesehatan, phobia, dan sejenisnya) dapat dipertimbangkan .
Kam, 08/12/2010 - 19:00 — aria sanjaya
Temui Petugas Wanitanya
wah saya baru tau nieh, kejadian kaya begini.
saran saya buat para ibu hamil muda,
biasanya di halte transit seperti matraman, halimun, dan dukuh atas 2 ada pam celter wanitanya.
mungkin ibu bisa minta pengertiannya ke dia, agar dia bisa membantu ibu.
biasanya sesama wanita bisa lebih mengerti dari pada petugas patrol lelakinya.
semoga ini bisa bermanfaat
Jum, 08/13/2010 - 15:24 — Lily Purwati
Enjoy aja
Ibu Dyah, saya rasa karena Ibu benar2 hamil, tepiskan perasaan engga enak (disangka bohong). Setelah 2 bulan perut sudah keliatan gendut, akan jelas bahwa Ibu tidak bohong kan? :) Itu hak Ibu. Masalah petugas mau percaya atau tidak, itu urusan dia.
Maklumi saja karena saat ini spt kata Pak David, banyak yang ngibul2. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.
Enjoy aja.
Semoga Ibu tetap sehat yah!
Salam,




