lagi-lagi Busway dikritik!
Kam, 04/30/2009 - 11:54 — Johan Amanu
Untuk kesekian kalinya Busway dikritik.
Dan untuk kesekian kalinya pula Gubernur DKI jadi sasaran kritik kalo bicara soal Busway (dan juga banjir rutin).
Tapi kritik kali ini yang saya baca di beberapa media cetak, berita2 di televisi boleh dibilang lebih "VOCAL", karena berani mempertanyakan "ke-AHLI-an" sang Gubernur dalam membenahi Kota Jakarta, sesuai janji dia waktu Kampanye* dulu...(*Serahkan Pada Ahlinya )
Logically speaking, harusnya Pemda itu cara berpikirnya nggak pake itungan bisnis 100%. Lha kalo ngitungnya pake cara bisnis 100%, bisa-bisa misi PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT tidak bisa tercapai. Padahal kan mudah tinggal lihat kembali keawal tujuan Transjakarta dibuat itu untuk apa?
Adalah TUGAS Pemda DKI menyelenggarakan Transportasi Umum yang RAMAH, BERSAHABAT, dan mampu mengurangi angka kemacetan di DKI. Untuk mencapai semua itu, pasti ada cara itung-itungannya sendiri, sehingga akhirnya dibuat bahwa setiap 5-10 menit selalu ada Armada TransJakarta yang melintas di Halte. Tapi misi PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT itu jadi BUBAR karena rupanya armada TransJakarta melintas lebih dari 10 menit (paling-paling yang Koridor I aja yang masih tepat waktu) gara-gara mengejar target "efisiensi" anggaran dengan cara mengurangi lintasan Kilometer TransJakarta, supaya gaji Sopir TransJakarta bisa ditekan (dan otomatis biaya BBM/BBG pun lebih bisa dihemat).
Kalo kayak begini mah Pemda DKI pake pola pikir pengusaha, yang murni "Profit Oriented", dan mengutamakan "Efisiensi",
dan yang tidak Profesionalnya adalah: Kalo pengusaha masih memikirkan Customer Satisfaction dan Quality Assurance, maka Pemda DKI masa bodo dengan People's Satisfaction, apalagi Quality Assurance.
Ayo benahi!!
- 3302 kali dibaca
Komentar
Sen, 05/04/2009 - 11:59 — Julius (tidak terverifikasi)

copet
saya sangat kecewa dengan kenyamanan busway, karena pada tanggal 30apr09 hari jumat, hp sy kecopetan di halte grogol 2, soalnya desak2 an dan tak ada security dan tak ada pagar pembatas. mana banyak foto anak lagi. nunggunya lama, soalnya rame terus.
Sen, 05/04/2009 - 13:15 — Henry (tidak terverifikasi)

Demi keselamatan penumpang
Demi keselamatan penumpang, tolong pintu bus dibuka SETELAH bus berhenti di halte dan ditutup SEBELUM bus berjalan meninggalkan halte. Membuka pintu sebelum bus berhenti dan menutup pintu setelah bus berjalan tidak akan menghemat waktu, melainkan hanya akan MEMBAHAYAKAN keselamatan penumpang, apalagi jika bus dalam keadaan penuh sehingga ada penumpang yang terpaksa harus berdiri dekat pintu.
Kam, 05/14/2009 - 14:29 — Penumpang (tidak terverifikasi)

Pengisian BBG
Tolong perhatian kepada pihak pengelola agar pengisian BBG untuk armada TIDAK dilakukan pada waktu JAM-JAM SIBUK di pagi hari atau sore hari. Hal ini sungguh memberikan kesan yang SANGAT TIDAK BAIK bagi penumpang yang sudah lama menunggu di halte. Malah bisa dibilang TIDAK ETIS karena terkesan seperti sengaja.
Hal ini sudah beberapa kali saya alami ketika akan naik Koridor 8 dari Grogol 2 menuju Lebak Bulus. Meskipun halte sudah penuh sesak dengan penumpang (karena memang jam pulang kerja), beberapa (bukan hanya 1 !!) busway kosong cuma "numpang lewat". Coba tolong dikoordinasikan, dihitung, dan diperkirakan kebutuhan BBG dan diatur jadwal pengisian pada saat jalan-jalan relatif lebih luang.
Rab, 05/27/2009 - 18:55 — PENUMPANG (tidak terverifikasi)

Pengisian BBG pada jam pulang kerja
Saya tidak tahu apakah saran dan kritik yang ditulis di forum ini sampai ke pihak pengelola TransJakara, dan kalaupun sampai apakah diperhatikan.
Sampai saat ini belum ada perubahan dalam pengisian BBG bus koridor 8 pada jam pulang kerja. Kemarin malam para penumpang jurusan Lebak Bulus terpaksa menunggu setengah jam di halte yang panas sambil berdesak-desakan di halte Taman Anggrek sampai Indosiar karena 4 (baca: EMPAT!!) bus berturut-turut lewat begitu saja tanpa mengangkut penumpang untuk MENGISI BBG. Padahal waktu itu sudah jam 8 lewat, jadi jam operasional juga akan berakhir kurang dari 2 jam lagi.
Yang jadi pertanyaan saya:
1. Berapa kali sehari bus harus mengisi BBG?
2. Apakah ada alasan khusus mengapa pengisian BBG harus dilakukan pada jam pulang kerja? Bukankah bisa diatur sebelum dan sesudah jam operasi? Atau jika tidak, mengapa tidak diatur waktu pengisian BBG pada off-peak hour?
3. Mengapa bisa sampai terjadi 4 bus berturut-turut mengisi BBG pada jam yang sama? Bukankah bisa bisa diatur agar jadwal pengisian tidak berbarengan sehingga penumpang tidak mem"bludak"?
4. Atau mungkin bus-bus tersebut memang sudah akan kembali ke poolnya, jadi memang ada pengurangan armada setelah lewat jam 8? Tapi yang jadi pertanyaan adalah pernah juga hal serupa terjadi padahal baru jam 7 lewat. Apakah memang pihak TransJakarta tidak mempedulikan penumpang dengan sengaja mengurangi armada padahal penumpang masih banyak?
Saya berharap saya bisa mendapat penjelasan mengenai hal ini dan jika memang pihak pengelola serius, mohon adakan perbaikan dalam hal ini.
Jum, 05/29/2009 - 15:01 — Wibo
Pengisian BBG
Betul, armada di seluruh koridor akan dikurangi bertahap pada malam hari, karena jumlah penumpang juga berkurang.
Pengisian BBG memang masih bermasalah bagi koridor 2-8 yang semua bisnya menggunakan BBG, dikarenakan sedikitnya jumlah SPBBG di Jakarta. Pengisian juga sebenarnya sudah diatur sehingga tidak banyak bis yang mengisi BBG pada peak hour. Hanya saja faktor SPBBG itulah (jaraknya jauh dari koridor, sering rusak, dll) yang membuat jadwal pengisian menjadi tidak menentu.
Sebagai informasi, bis koridor 8 mengisi BBG di Pesing. Jadi sebelum mengisi, bis harus membawa penumpang dulu dari Lebak Bulus ke Tomang. Mungkin faktor inilah yang membuat bis koridor 8 kosong banyak terlihat melewati halte Tomang Taman Anggrek.
Sen, 06/01/2009 - 15:33 — PENUMPANG (tidak terverifikasi)

Pengisian BBG
Terima kasih atas penjelasan yang diberikan. Kalau memang kondisinya bus dikurangi jumlahnya pada waktu malam, tolong diatur agar tidak sampai terjadi konvoi 4 bus kosong lewat begitu saja tanpa mengangkut penumpang. Saya pikir, bukankah seharusnya bisa diatur berselang-seling sehingga penumpang tidak perlu membuang waktu yang tidak perlu untuk menunggu terlalu lama di halte dan tidak tidak terjadi penumpukan penumpang di halte-halte yang dilewati?
Misalkan selang waktu kedatangan 2 bus adalah 5 menit, jika 4 bus lewat tanpa mengangkut penumpang, maka waktu maksimal untuk menunggu sampai bus ke-5 datang adalah 25 menit. Selain itu, jika pada jam-jam pulang kerja, dapat dibayangkan bahwa pada saat itu sudah pasti kondisi halte sudah penuh sesak. Dan tentu saja bus ke-5 tersebut juga sudah penuh dengan penumpang sehingga penumpang harus berdesak-desakan dua kali, di halte dan di dalam bus.
Yang membuat saya tambah heran adalah ternyata bus ke-6 datang dalam keadaan kosong sehingga membuat kesenjangan dengan bus ke-5 yang penuh sesak. Sedangkan sudah banyak penumpang yang terlanjur naik ke bus ke-5 karena terlalu lama menunggu. Dan saya tidak tahu apakah pihak pengelola mengambil kesimpulan bahwa jumlah penumpang berkurang pada jam malam dengan memakai acuan bus ke-6 yang relatif kosong tersebut.
Seandainya diatur sehingga bus ke-3 dan ke-6 mengangkut penumpang, maka waktu tunggu maksimal dapat berkurang menjadi "hanya" 15 menit saja dan jumlah penumpang dalam halte dan dalam bus akan terdistribusi. (tentu saja yang terbaik adalah jika bus tidak mengisi BBG pada jam sibuk di atas jam 5 sore).
Asumsi di atas adalah hitungan secara sederhana saja. Tapi dapat dilihat jika diatur dengan baik, maka dengan kondisi dan jumlah bus yang sama, hasilnya akan berbeda. Menurut pendapat saya, kuncinya adalah apakah pihak pengelola SERIUS dalam mencari solusi demi kenyamanan bersama dan KOMITMEN untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, bukan malah menyalahkan kondisi yang sudah ada. Kondisi memang sulit diubah, tetapi pasti ada cara untuk mencari jalan keluarnya.
Sel, 05/19/2009 - 12:53 — susti
Trans Batavia
Aku suka bgt sama Driver Trans Batavia Rute Alternatif P-Gadung - Kalideres
no Pol. B 7469 IX klo gak salah namanya ANDI...
Keep smiling yach....cause i like your smile so.....much....!
Sen, 05/25/2009 - 00:36 — David (tidak terverifikasi)

SUPIR BUSWAY KURANG AJAR
Saya David, saya mau kritik tentang supir busway yang ugal2an di jalur buswaynya
kejadiannya tgl 24 Mei'09 hari minggu, tepatnya di daerah Tomang, no busway PP002, kejadian berkisar Jam 16.00 - 17.00, waktu saya lewat flyover di tomang yang agak menurun dan disitu tergenang byk air, saya mengendarai mobil dengan kaca samping kanan terbuka,saya jalannya pelan2 krn takut airnya kecipratan kena orang yang mengendarai motor, tp tiba2 dari sebelah kanan saya datang busway dengan kencang dan air yang tergenang itu kecipratan semuanya, air lumpur itu masuk sampai dalam mobil saya, semua baju saya basah, motor2 yang ada di samping juga kena semuanya, saya kejar busway itu sampai lampu merah tomang, saya turun dan saya tergur supirnya, eh bukannya minta maaf tp saya malah di marahin, dia bilangnya itu jalur basway dan suka2 dia mau lari kencang apa ngk, dan klu kita basah ya resiko krn habis hujan, bayangkan aja ada orang kayak begitu yang tidak punya hati nurani, emang jalur busway udah di beli ama busway, jadi klu orang yang lewat dan di tabrak busway yang supirnya ugal2an berarti salahnya orang itu juga,.>???saya bilang saya akan laporkan ke kentor tp jawab supir itu, laporin aja, kesannya dia tidak takut klu di laporin, dan saya udah tel ke pengaduan untuk busway, cuman saya minta tolong untuk di tindak tegas pengemudi2 yang seperti itu, mereka bukan supir metromini, ini akan mencoreng citra busway itu sendiri, klu teguran atau peringatan yang di berikan kepada pengemudi tersebut tidak membuat efek jera buat pengemudi itu maka kejadian seperti ini akan terjadi lagi..., klu sampai kejadian seperti ini terjadi lagi bukan tidak mungkin masyarakat termasuk saya akan melaporkan kejadian ini ke pengadilan dengan tuntutan perbuatan yang tidak menyenangkan......MOHON PERHATIANNYA>.....terima kasih
Sen, 06/22/2009 - 15:35 — hari (tidak terverifikasi)

bkn membela busway, sy mo
bkn membela busway, sy mo tanya ke anda.. pernahkah anda melakukan hal yg sama kpd pejalan kaki??? jgn lgsg marah, cb koreksi diri sendiri, kalo seratus persen ga pernah salah selama di jln raya, maka anda blh marah..


