Pramudi Transjakarta Dipukul Bikers Penyerobot Busway di Mampang

Jakarta - Penyerobotan jalur busway oleh kendaraan non-TransJakarta (selanjutnya disebut TransJ), makan korban. Seorang sopir TransJ kena pukul dan didorong-dorong oleh sekitar 6 pengendara motor alias bikers.

Peristiwa ini terjadi menjelang halte busway Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Ini merupakan koridor VI yang melewati Ragunan - Buncit - Mampang - Kuningan - Halimun. Jalur busway ini teramai kedua setelah koridor I Blok M-Kota.

Alkisah, bus meluncur dari arah Ragunan, Rabu (19/9/2007). Seperti biasa, jalanan mengarah ke pusat bisnis Kuningan sangat padat. Banyak kendaraan yang memenuhi badan busway, mengekor laju TransJ.

Sekitar pukul 10.30 WIB, TransJ bernomor JTM 051 berhenti di tengah jalan menjelang halte Mampang. Alhasil kendaraan yang berada di bus itu harus ikut berhenti.

Rupanya hal ini membuat belasan pengendara sepeda motor di belakang bus warna milenium itu sebal. Mereka membunyikan klakson tanpa henti.

Diklakson seperti itu, pengemudi TransJ terprovokasi. Sopir pria itu turun dan berusaha menjelaskan kepada para bikers bahwa dia tak bisa melanjutkan perjalanan karena lalu lintas di depannya juga tersendat.

Penjelasan ini tak memuaskan bikers. Antara 5 hingga 6 bikers lantas mendorong dan memukul sopir tersebut. Sopir TransJ berusaha sabar dan tidak membalas aksi kasar itu.

Pemandangan itu memicu kemarahan para penumpang TransJ yang diburu jam kerja. Mereka ingin membela sopir yang 'dikeroyok' para bikers itu. Tapi mereka tidak berdaya karena tidak bisa keluar.

Para penumpang akhirnya sibuk menggedor-gedor pintu, meminta agar sopir balik ke bus, membuka pintu. Tujuan para penumpang satu: turun dari bus lalu 'menghajar' para bikers tersebut.

Para penumpang TransJ turut emosi karena sedari berangkat perjalanan bus mereka juga ikut terhambat oleh banyaknya penyerobot busway. Berdesak-desakan di bus dan bus melaju seperti siput tentu hal yang menyulut menyulut emosi para penumpang.

"Kalau sopir busnya tidak sabar lalu pintu bus dibuka, pasti terjadi tawuran," ujar Imam, salah satu penumpang TransJ bernomor B 7446X itu, kepada detikcom.

Imam menuturkan, setelah didorong-dorong dan dipukul oleh bikers, sopir TransJ memilih kembali ke kursinya. Sementara bikers kabur. "Keder juga mereka lihat penumpang bus yang marah," ujar Imam. Sementara, sopir TransJ melaporkan insiden itu kepada atasannya.

Imam tidak tahu bagaimana kelanjutkan kasus tersebut. Dia turun di halte Mampang Prapatan. "Kejadian ini merupakan imbas dari ketidaktegasan petugas dalam melarang penyerobot busway," sesal karyawan yang biasa menumpang TransJ dari halte Ragunan ini.

Manajer Pengendalian BLU Transjakarta, Rene Nunumete, yang dikontak detikcom mengaku belum menerima laporan tersebut. "Saya akan cek ke petugas lapangan lebih dulu," ujarnya. (nrl/sss)

Sumber: Detik.com

Komentar

Avatar yogi

Kita Itu Bodoh

Kita itu orang-orang bodoh, sudah jelas peraturan melarang kendaraan non Transjakarta masuk..tapi begitu kita lihat polisi, dishub atau satgas TJ membiarkan / mengarahkan kendaraan non TJ masuk ke jalur TJ kita cuma menggerutu dan cuma bisa komplain di milis atau media massa.

Jangan cuman mengandalkan BLU, Dishub / Polisi, Gubernur, DPRD, dll..sampe sekarang kita sudah lihat sikap mereka seperti apa...sampe kiamat mgkn sikap mereka juga akan tetap sama.

Kalau mau ada perubahan kita yang harus bergerak, jangan cuma diam aja & cuma bisa menggerutu di milis / media massa. Kirim surat ke Presiden kek, ke Menteri kek atau tuntut Polisi & Dishub kek..yang penting ada usaha..dan ga cuma bisa komplain aja.

Ayoo..semangat! ! :D

Avatar putra

Benar-benar Kurang Ajar

Pengendara-pengendara motor tersebut benar-benar KURANG AJAR. Aparat mana tanggung jawabmu?! Pihak BLUTJ harus protes keras, jangan mentang-mentang bulan puasa, hal seperti ini dianggap wajar dan dilupakan begitu saja.
Untuk unjuk rasa keprihatinan terhadap kasus ini, penumpang bisa kirim SMS ke Gubernur di 0811983899, dan SMS Polisi di 1717. Setidaknya dengan banyaknya SMS dengan keluhan yang sama, kasus ini mudah-mudahan bisa menjadi perhatian aparat yang berwenang.
:: P ::

Kirim komentar

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <p> <br /> <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

CAPTCHA
Maaf, Anda manusia atau spam bot?
Jika Anda manusia, tolong ketikkan kode yang muncul di bawah ini (case sensitive)
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.