Anda punya saran, kritik atau keluhan seputar Transjakarta busway? Saatnya menyuarakan isi hati Anda. Kirim saran & kritik Anda sekarang.

Tiket/karcis TIJE - peraturan mengenai tiket

Saya pengguna busway secara rutin sejak 2006, ingin bertanya mengenai peraturan mengenai tiket.

Pada tahun 2007 sempat ada selebaran ditempel di stasiun Blok M yang intinya mengatakan, tiket yang dibeli hari ini hanya berlaku hari ini juga.

Di koridor 1, kira-kira 2 minggu lalu, jalan saya menuju "paid area" (setelah memasukkan kartu'tiket ke mesin) ditutup/dihalangi oleh petugas. Saya ditanya mengapa tidak beli tiket di loket. Saya jelaskan bahwa saya beli tiket tadi pagi di halte lain. Petugas menjelaskan bahwa ada peraturan bahwa tiket harus dibeli di loket/halte yang sama.

Dimanakan peraturan itu? petugas hanya menjawab : peraturan ada!.

Beberapa hari sebelumnya saya tidak mendapat perlakuan seperti itu dan tiket dapat diterima oleh mesin.

Saya menduga bahwa peraturan ini "baru" diterapkan dan kelihatannya karena saat ganti-shift petugas atau tutup operasi, petugas di halte menemukan ke-tidak-cocok-an jumlah uang masuk dan tiket yang ada di mesin.

Mohon tanggapan BLU atau rekan-rekan:
1. apakah benar ada peraturan tsb?
2. jika ya, mengapa tidak di-umum-kan kepada publik/pengguna ?

Adapun alasan saya membeli 2 tiket utk pulang dan pergi karena TIJE tidak memperhatikan pelayanan kepada pengguna. Tiket multi-trip yang saya miliki dinyatakan rusak oleh TIJE, sedangkan tidak ada penjualan tiket multi-trip sejak itu (tahun 2007) sampai sekarang.

Tidak juga ada kejelasan mengapa tiket multi-trip tidak dijual. kecuali pernah ada komentar salah satu petugas bahwa koridor 1 akan di-integrasi-kan dengan koridor 2 dan 2, yaitu dengan Jak-card.

Di halte karet, jika sore hari, antrian di loket bisa mencapai 25 - 30 orang, sehingga kurang lebih bisa 5-10 menit menunggu. terkadang petugas di lolet kelihatan lamban dalam menangani pembayaran.

koridor 1 selama ini cukup baik, termasuk dalam peak-hour. namun denan travel time 10-15 menit, namun antrin di loket mencapai 5-10 menit, adalah hal yang sangat menjengkelkan. Mengapa tidak dibuat lebih baik.

Hal yang tidak diperhatikan oleh TIJE di sini adalah kenyamanan pengguna, kecepatan (seusai konsep BRT), ke-efisien-an, dan ke-UNTUNG-an TIJE sendiri.

Tiket multi trip sifatnya adalah pre-paid, uang masuk lebih dahulu ke TIJE. seharusnya merupakan keuntungan bagi TIJE (tentunya dengan syarat dikelola dengan baik dan benar).

mengingat saat ini penggunaan kartu pembayaran yang makin marak (BCA flazz, Mandiri e-toll card, Gaz card, dll.), adalah sangat menyedihkan bahwa TIJE justru tidak mendorong penggunaan kartu multi-trip.

Semoga menjadi perhatian TIJE yang menjadi tumpuan/andalan bagi banyak pengguna-nya.

Komentar

Kirim komentar

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <p> <br /> <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

CAPTCHA
Maaf, Anda manusia atau spam bot?
Jika Anda manusia, tolong ketikkan kode yang muncul di bawah ini (case sensitive)
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.