Untuk Kesekian kalinya Jalur BW tolong disterilkan...
Jum, 10/23/2009 - 12:36 — Jenni
Saya hanya ingin menyampaikan Keluhan yg Saya yakin sudah bnyak orng jga yg membahas ttg ini tetapi Fakta di Lapangan tidak pernah berubah. Andai ada Perubahan pun hanya sesekali atau bersifat sementara.
Banayak pertanyaan yg ingin Saya tanyakan dan berharap ada tanggapan serius karena Saya yakin banyak orng yg menanti ini terjadi agar Jalur BW bnar2 steril. Saya salah satu dari pengendara pribadi yg beralih ke Trans dan keluhan Saya terbesar hanya satu yaitu berharap Jalur BW tolong bnar2 disterilkan. Tolong ditindak tegas semua pengendara pribadi ataupun motor yg msuk ke Jalur BW jika perlu dikenakan tilang yg besar nominal atau cabut SIM nya untuk membuat jera dan tidak mengulanginya lgi.
Jalur BW dibuat untuk apa dan siapa???
Kalau memang dibuat untuk Trans tolong dimaksimalkan dan benar2 digunakan oleh Bus Trans Jakarta bukan yang lainnya. karena benar2 merugikan :
1.) Merugikan Penumpang yg hrus menunggu dalam wktu lma di shelter2 ataupun hrus du2k lama / berdiri di dlam Bus.
2.) Merugikan Pramudi dan Petugas Onboard yg harus bermacet2 ria setiap harinya di dalam Jalur khususnya.
3.) Sirkulasi Traja jdi tidak Baik
4.) Penumpukan di Shelter2
5.) BOROS BBG
6.) Bila kendaraan Pribadi masuk dan sring kta jumpai mogok di Jalur BW akan sangat menyusahkan dan bnr2 menghambat sirkulasi Traja itu sndri
7.) BERBAHAYA terutama bagi pengendara motor tetap dibiarkan dalam Jalur BW
Sring kta jumpai Kecelakaan motor yg pengendara atau penumpangnya jatuh terlindas Traja dan LAGI LAGI yang disalahkan Pramudinya mengakibatkan orang kehilangan pekerjaan dan terutama NYAWA hanya dikarenakan alasan2 yg bagi Saya benar2 konyol spt INGIN BURU2 JADI LWAT JALUR BW. Jadi pertanyaannya BERAPA BANYAK NYAWA lagi yg hrus melayang setiap harinya???
Jadi tdk perlu saling menyalahkan dan menunggu untuk membenahi ini. Semua Pihak yg terkait jangan membiarkan Kendaraan Pribadi ataupun Motor memasuki Jalur BW. Karena spt kta lhat pada koridor 1 bsa bgtu tertib Mangapa di Koridor lain terutama koridor 3 tdk bsa ditertibkan???Mungkin memang pengendara Pribadi atai bermotor khususnya pada Koridor 3 ini sulit diatur dan oleh karena itu tugas dari semua Pihak terkait untuk mendidik semua pengendara pribadi atau bermotor dgn tegas spt contohnya sebagian masyarakat kita yg memang sulit didik untuk antri. Itulah tantangan nya Semoga dengan keluhan yg Saya utarakan ini bisa ditindak lanjuti karena selain Jalur BW yg tdk steril Trans hrus tetap NO. 1...
Best regards
Jenni
- 853 kali dibaca
Komentar
Jum, 10/23/2009 - 16:16 — pay_mo (tidak terverifikasi)

setuju Banget ni ayoooo....
setuju Banget ni ayoooo.... BLU.Transjak..... berpihaklah pada rakyat pengguna BWay
Jangan malu malu untuk menindak penyherobot jalur BW. Klo kuwalahan kasih aja polisi tidur yang kira2 mobil pribadi tdk bisa lewat ato portal gak usah ragu2 memang masyarakat indonesia itu harus dipaksa untuk jadi tertib (org kaya2 pemilik mobil pribadi)
Sen, 10/26/2009 - 21:16 — Wibo
Jalur busway yang tidak steril
Kami dari perwakilan pengguna juga sudah sering mengeluhkan hal ini. Malah kasus yang sering terjadi adalah polisi dengan sengaja memasukkan kendaraan ke jalur busway. Contohnya di kor 6, satgas patroli yang membuka/tutup portal juga tidak bisa berbuat apa-apa karena polisi menyuruh mereka membukakan portal. Akibatnya kesadaran masyarakat jadi rendah, soalnya gak ada yang menilang mereka yang masuk jalur busway.
Oleh karena itu, daripada harus menunggu aparat mengusir kendaraan non-traja dari jalur busway, STJ beserta BLU dan operatornya berinisiatif untuk menyadarkan masyarakat agar tidak menyerobot jalur. Aksi simpatik yang dilakukan bulan lalu merupakan salah satu caranya. Selain itu, di belakang armada TB dan JTM, telah ditempel slogan yang intinya mengajak masyarakat untuk tidak memasuki jalur busway.
Sel, 10/27/2009 - 09:46 — adi r. (tidak terverifikasi)

Kalau menurut saya hal ini
Kalau menurut saya hal ini lebih tepat adalah tanggung jawab dinas perhubungan, kalo ndak salah yang suka dilapangan namanya PJR. Kalau tindakan polisi tersebut memang tidak mengganggu aktifitas Traja, artinya tidak menimbulkan kemacetan atau keterlambatan kyaknya tidak terlalu bermasalah. Seperti yang sering terjadi di jalur 3 sekitar ROXY. Tapi kalo tindakan tersebut menimbulkan kemacetan, keterlambatan atau bahkan kecelakaan, yang harusnya bertanggung jawab adalah PJR atau Polisi dan yang sejenisnya lah.
Kita memang harus menyadari bahwa pembangunan TJ sedikit banyak mempersempit ruang gerak pengguna jalan yang lain. Karena adanya kesenjangan dan kurangnya kedisiplinan dalam berlalulintas itulah yang menyebabkan terjadinya pencurian penggunaan jalur. 'Pencurian' bisa saja dilakukan asalkan tidak ada yang dirugikan dan alasannya juga baik. Terima Kasih.
Kam, 10/29/2009 - 14:02 — pay_mo (tidak terverifikasi)

Untuk Kesekian kalinya Jalur BW tolong disterilkan...
budaya kita itu terlalu byk toleransi dan tidak konsekuen dengan peraturan yang ada. kalau hal hal yang jelas2 melanggar harus ditindak bukan nya malah petugas yg berwenang malah menyuruh untuk melanggar.
Di bangun Jalur busway dengan biaya yg besar adalah untuk memperbaiki kualitas transportasi yg ada jadi petugas harus konsekuen untuk mengamankan atau menjaganya sehingga tujuan awal tercapai. Kalo byk toleransi yg dibuat kapan Indonesia bisa disiplin dan maju sepreti negara2 lain boss. Kalo jalur BW lancar maka diharapkan pengguna mbl pribadi akan beralih ke BW maka jakarta akan luancar car dan mak nyooosssss......!!!!!!
(namanya mencuri itu adalah hal yg tercela karena pasti mengambil hak org lain) terimakasih
Jum, 11/06/2009 - 11:13 — Guest (tidak terverifikasi)

Setuju Banget`
Pada jalur BW jelas terpasang rambu lalu lintas dilarang masuk untuk kendaraan selain BW. Oleh sebab itu pihak terkait wajib untuk menindak siapa saja yang melanggar rambu lalu lintas tersebut. Apabila tindakan tersebut benar benar dilaksanakan, niscaya alur BW akan lancar, tidak terjadi penumpukan penumpang pada shelter, Bahan bakar BW tidak akan boros. Apabila pengguna kendaraan bermotor yang tidak mau bermacet ria, maka beralih ke BW, apabila tidak mau silahkan bermacet-macet ria pada jalur di luar jalur BW.
Rab, 11/25/2009 - 10:26 — pay_mo (tidak terverifikasi)

Keluh kesah Traja mania di dengar
Alhamdulillah....
Ternyata suara trajamania didengar oleh petinggi BLU dan kita angkat jempol tinggi10x. Karena kenyataan sekarang di jalur traja kor 2 Galur -cempaka putih telah dipasang portal sehingga para pramudi traja bisa tancap gas dan tak perlu lagi repot2 injak rem karena jalur galur-rawaselatan telah steril dan semoga portal2 ini juga dipasang pada jalur traja kor lain yg sering diserobot. Untk jalur Galur - Cempk mas perlu satu lagi portal dipasang di halte setelah rambu U turn klo gak salah halte cempaka tengah dan utk kor 4 sepanjang jalan Pramuka yg menuju matraman kalo pagi sering di serobot meskipun tiap hari petugas traja berjaga untuk memasang penghalang mobil pribadi masuk dan byk pengemudi yg masih nekat utk nyobot dan mohon dijalur tersebut dipasang portal di dua tempat sehingga penyerobot mikir dua kali karena dia akan byk kerepotan.
Semoga portal portal ini bisa menambah kenyamanan para Trajamania.....
Terima kasih pada bapak/ibu pengelola traja dan bravo trajamania



