Anda punya saran, kritik atau keluhan seputar Transjakarta busway? Saatnya menyuarakan isi hati Anda. Kirim saran & kritik Anda sekarang.

busway

klo bisa di halte di pasang AC biar ga panas,, n pintu autonya juga di betulin dounk..
trus halte di sentral senen juga kecil bgt yang ke arah kor 2,,
klo ada penumpang yang salah karena bkin 2 baris,, petugasnya marah2 ga jelas,,
padahal mang shelternya aja yang ga mendukung,,huh

Komentar

Avatar Wibo

Tanggapan halte

Wah, kalo dipasang AC gak memungkinkan karena desain haltenya yang memiliki banyak lubang ventilasi. Tapi (katanya lho...) bakal dipasang kipas angin kok seperti di Harmoni dan halte-halte kor 8.

Kalo masalah pintu yang gak nutup, ada 2 kemungkinan. Yang pertama, pintunya rusak gara-gara penumpang suka bandel nahan pintu pake kaki. Yang kedua, emang sengaja dibuka biar udara didalem halte gak terlalu panas.

Trus halte Senen kor 2 emang luasnya udah paling mentok segitu. Coba deh liat, emang bisa ya haltenya digedein? Kalo ada penumpang yang bikin barisan baru, menurut saya wajar kalo satgasnya marah-marah, saya aja sebagai penumpang kesel liatnya. Ada aja lho penumpang yang turun, ngomongnya mau ke Pulogadung, eh pas udah dibawah ternyata dia ngantri ke Harmoni... Tapi emang sih, di halte Senen informasinya sangat kurang, jadi penumpang baru pasti bakal kebingungan disitu...

Avatar HENRY

Mengenai Halte

Memang di Halte Harmoni ada kipas angin, tapi menurut saya jumlahnya yang hanya 3 unit sangat tidak cukup untuk membuat suasana di dalam Halte lebih sejuk (bahkan jumlahnya lebih sedikit daripada jumlah CCTV yang terpasang). Apalagi sudah 2 minggu ini kipas angin yang ada dekat pintu Pasar Baru TIDAK NYALA pada jam pulang kerja 7-8 malam (saya tidak tahu bagaimana pada jam-jam lainnya). Padahal pada jam-jam segitulah biasanya paling banyak penumpang yang mengantri untuk ke Kalideres maupun Pasar Baru/Grogol 2. Saya pernah bertanya kepada petugas apakah kipasnya rusak, tetapi jawaban yang diberikan sangat tidak jelas, jadi saya juga sudah tidak berniat untuk bertanya lebih lanjut.

Demikian juga dengan halte-halte Koridor 8, seringkali kipas anginnya TIDAK NYALA. Seperti pagi ini di Halte Grogol 2 jurusan Harmoni ada 2 kipas angin dan 1 kipas ventilasi, tapi tidak ada satu pun yang menyala. Saya tidak tahu apakah rusak atau sengaja tidak dinyalakan. Jadi, kalau memang di halte-halte lain akan dipasang kipas angin, tolong dipasang yang DAPAT BERFUNGSI sebagaimana mestinya agar tidak menjadi sia-sia.

Saya mohon maaf kalau banyak mengeluhkan pelayanan Transjakarta dan mungkin masalah kipas angin tidak menjadi perhatian pihak BLU, tapi itu adalah hal yang menurut saya PENTING sebagai penumpang. Sungguh tidak nyaman untuk berpanas-panas selama menunggu bus. Dan saya juga tidak setuju apabila pintu pembatas SENGAJA dibuka agar ada aliran udara. Itu sangat membahayakan penumpang, apalagi jika pintu tersebut langsung berbatasan dengan bus.

Mohon pihak BLU lebih mengerti apa sebenarnya yang menjadi kebutuhan penumpang dan memberikan pelayanan yang lebih baik sehingga diharapkan akan dapat menarik masyarakat pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke Transjakarta.

Avatar Sabilal Rasyid

Satgas Teladan

Sudah hampir 1 bulan ini Andri H.S, seorang Satgas Traja tidak pernah terlihat lagi baik di Terminal Kalideres atau di Halte Harmoni. Bukan bermaksud menyanjung dan membanggakan, tapi Andri ini memang sangat bagus dalam bertugas, itu menurut saya dan beberapa penumpang lain yang biasa berangkat pagi dari Halte Kalideres. Dengan instruksi dan bantuan darinya, antrian di Halte Kalideres menjadi sangat rapi dan teratur. Semua penumpang mengikuti arahannya, karena memang begitulah seharusnya bila ingin antrian teratur dan kedisiplinan ditegakkan. Dia juga pernah membantu seorang ibu yang kerepotan dengan menggendong anaknya untuk antri di Halte Harmoni.
Tapi sayang sebulan terakhir ini ybs tidak terlihat lagi, antrian pagi di Kalideres kembali menjadi kurang terkendali...semoga Andri - Andri lain segera muncul sehingga semua Satgas Traja bisa menjadi teladan di mata penumpangnya.

Avatar Guest

mau curhat

mohon maaf sebelumnya,
Sy adlah penguna traja, blm lama sih br 1 thn, Tiap hr berangkat&plng kerja pake traja. Cmn kog sy perhatikan selama ini ga kemajuan pelayanan, terutama perawatan mobil, ac mobil misalnya, dingin ngak angin doang, terutama buat yg mobil jmt. Ancol-pgc,senen pgc, rata2 sdh parah perawatannya. Tp traja yg bagus itu yg lorena, keren, dingin dan bersih.
Tambahan, petugas tiket ama satgas kalo bisa dipantau lg tuh, supaya lebih sopan dalam bertindak, gaya ngomongnya udh sprti punya traja.pernah sy bayar pakai uang logan 500 hasil dr kembalian beberapa hari, eh si mbaknya terima tuh duit seperti bukan duit,muka kecut abis...
Utk satgas, jgn gaya militer dong... Kita kan rakyat kecil, kalo anda sopan pasti kami segan, pasang muka ramah, senyumlah kalo di tanya ama yg ga tau.
utk pak/bu supir, jgn ulur waktu dong, kasihani kami kalo mau mengejar traja selanjutnya..
Terima kasih atas kesempatan yg diberikan utk sy,melepaskan uneg-uneg sy selama ini. Maaf jika ada yg tersinggung, sy hanya penumpang yg pengen curhat.
spesial thanks utk satgas yg berlaku sopan, anda layak dipertahankan dan naik gaji...

Avatar Guest

suara kita, pengguna traja di

suara kita, pengguna traja di sini sebenernya di denger gak sih?... kok masih banyak jalur busway yang blom distelirkan??.... kalau terus menerus begini penumpang traja pasti makin menurun... mohon petinggi2 terkait mau membenahinya... masa kita yang lebih dulu menerapkan mengadaptasi TransMilenio (Bogota) kalah jauh dari Metrobús (Mexico City), Macrobús (Guadalajara), dan Megabús (Pereira). yang baru2 ini juga ikut mengadopsi MRT bogota tersebut...

Avatar pay_mo

Suara pengguna traja

Kalo berbuat untuk kebaikan gak usah mikirin didengar apa tidak tetapi kita harus yakin bahwa apa yang kita suarakan adalah untuk perubahan dan kebaikan orang banyak. dan berdoa semoga para pemimpin kita mendengarkan dan menindaklanjutinya amiiin.

Dan ini saya ambil dari beritajakarta.com untuk dipikirkan oleh bapak2 berwenang di traja:

"Pidato mantan walikota Bogota kolombia Enrique Penalosa menyarankan, untuk mengatasi masalah kemacetan di ibu kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disarankan tidak menambah ruas jalan, melainkan harus melakukan rekayasa sosial yang signifikan. Diantaranya menyediakan sarana transportasi massal yang memadai dan ramah lingkungan.

Untuk meminimalkan kemacetan, jangan menambah jalan atau memperlebar jalan. Itu malah menambah panjang jumlah perjalanan warga Jakarta. Sehingga Jakarta akan tambah macet,” ujarnya. Dia mengusulkan perlu diterapkan rekayasa sosial untuk mengubah perilaku masyarakat. Tindakan ini memerlukan upaya keras dari Pemprov DKI karena mengubah perilaku seseorang sangat tidak mudah.

Bentuk rekayasa sosial, yaitu mempersempit ruang bagi kendaraan pribadi, lalu memberi ruang yang luas untuk angkutan massal dan pejalan kaki. Karena itu, antara perbaikan layanan transportasi massal dengan ketersediaan ruang bagi pejalan kaki harus berjalan seimbang. Diungkapkannya, metode ini telah diterapkan di negara-negara maju seperti Paris, London, dan Bogota.

hidup traja......!!!!! maju terus pantang macet...!!!!

Avatar Wibo

Suara kita

Amin, semoga suara kita dapat ditindaklanjuti oleh para pemimpin...

Sudah seharusnya sistem di Bogota betul-betul diterapkan di Jakarta. Emang sih gak mungkin sistem ini dapat langsung diterapkan secara instan, karena budaya masyarakat Jakarta itu sendiri yang cenderung gengsi dengan kendaraan pribadi, blom lagi para polisi yang sering membiarkan para pelanggar lalu lintas. Gak perlu jauh-jauh deh sampai menyempitkan jalan, prioritas pertama yaitu sterilisasi jalur busway, jangan ada satu pun kendaraan non-traja yang boleh masuk jalur busway! Dengan jalur busway yang steril, minimal headway traja bisa jadi lebih cepat, dan penumpang pun tidak akan terlalu lama menunggu di halte... Ujung-ujungnya, para pengguna kendaraan pribadi akan berpindah menggunakan traja...

Avatar Pengguna

Halte kedoya assidiqiyah

Saya setiap hari menggunakan jasa transjakarta untuk tujuan halte Kedoya Assidiqiyah (lokasi: koridor 8, jalan Panjang, halte diantara Kedoya Green Garden dan Duri Kepa)

Sudah beberapa hari (kurang lebih seminggu) ada keanehan yang saya jumpai di halte ini.... Yaitu kaca - kacanya retak - retak....
Saya pikir kejadian itu hanya aksi vandalisme biasa...

Ternyata dari waktu ke waktu, jumlah kaca - kaca yang retak semakin banyak.... (mulanya dua, kemudian nambah lagi cukup banyak, trus nambah lagi beberapa....)
Saya mulai penasaran, apa yang sebenarnya menyebabkan kaca tersebut retak - retak... Mulanya saya berpikir, kaca- kaca tersebut retak karena dipukul dengan balok kayu, atau apalah namanya....

Iseng - iseng, saya coba ketikan kata kunci "kaca kedoya assidiqiyah" di search engine (google)...
Dan, cukup kaget saya melihat 2 buah artikel:
http://inilah.com/berita/politik/2009/11/12/179865/polisi-ragukan-halte-...
http://www2.inilah.com/berita/politik/2009/11/12/179880/perusak-halte-bu...

Di berita tersebut memang kurang jelas diterangkan mengenai apa yang sebenarnya terjadi..... Di berita tersebut mengatakan kaca- kaca tersebut ditembak ??? Meskipun pernyataan tersebut katanya dibantah oleh petugas transjakarta yang bersangkutan....

Jujur, saya jadi cemas dan khawatir akan kejadian tersebut....
Mohon BLU atau siapapun yang betanggungjawab mau menanggapi...
Dan segera memperbaiki (mengganti) kaca - kaca tersebut, karena sangat tidak indah untuk dipandang.....

Terima kasih....

* Tambahan: Lorena jangan ikut - ikutan TB dong dengan melepas stiker nomor bus di dalam bus (yaitu Lorena 13 dan 14 - kor.8 )... Stiker nomor bus di dalam busnya dilepas- lepas, meskipun masih kelihatan bayangannya..... Hayo...., jangan bandel ya....

Sekali lagi, terima kasih.....

Avatar Aan

stiker Lorena

Mulanya sy jg mikir LRN mulai ikut"an TB,, tp rupanya bukan dilepas,soalnya no bus tsb diganti dan no didalemnya blom dipasang yg baru. LRN 013 menjadi LRN 048, LRN 014 menjadi LRN 049. lihat saja di body luar nya kyk gitu. gak tau jga sih alasan Lorena ganti nomor kedua armada tsb. Denger" sih gara" no tsb dianggap sial...

rgds
an

Kirim komentar

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <p> <br /> <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

CAPTCHA
Maaf, Anda manusia atau spam bot?
Jika Anda manusia, tolong ketikkan kode yang muncul di bawah ini (case sensitive)
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.