Mari Lihat Busway Sebagai Solusi Bersama
Sen, 09/24/2007 - 15:38 — putra
Mari kita lihat busway sebagai solusi bersama. Janganlah menyamakan busway seperti operator 3 (Three) yang mau bersaing dengan Telkomsel / Indosat yang sudah mapan, ataupun bioskop Blitz Megaplex yang ingin menghancurkan dominasi Cineplex 21. Busway bukan seperti itu, tapi busway bisa diibaratkan seperti salah satu tools dalam mengganti pola makan yang tidak sehat dan tidak teratur sehingga menyebabkan badan jelek, dengan mengganti pola makan lebih sehat dan teratur sehingga badannya lebih sehat dan enak dilihat.
Busway adalah salah satu tools untuk memperbaiki dan menata transportasi, karena didalamnya terdapat inti:
- Prioritas
- Angkutan umum adalah tanggung jawab pemerintah
Yang mana dua inti ini tidak diketemukan dalam angkutan umum yang sekarang selain busway. Akibatnya terjadi kesemrawutan seperti sekarang ini, yang menyebabkan tidak diminatinya angkutan umum kecuali terpaksa. Angkutan umum tidak diberi prioritas maka hasilnya angkutan pribadi dan angkutan umum sama-sama terkena macet pada jalan yang sama, sama-sama mengisi bensin dengan harga yang sama dengan angkutan pribadi, dll.
Penyelenggaraan angkutan umum yang sekarang adalah sepenuhnya tanggung jawab pengusaha angkutan umum, contohnya tarif pelajar yang dipatok rendah, itu kemauan pemerintah tapi yang mengeksekusi (menanggung) adalah pengusaha angkutan umum. Tarif umum juga dipatok rendah, maksudnya baik supaya terjangkau masyarakat, tapi untuk ukuran bisnis itu tidak profitable, lagi-lagi yang menanggung resiko gap-nya pengusaha. Akhirnya untuk menutup gap ini diperlukan pencarian penumpang sebanyak-banyaknya alias kejar setoran. Maka dari itu seluruh resiko atas layanan buruk angkutan umum sepenuhnya ditanggung pengusaha angkutan umum. Tidak heran angkutan umum sulit berkembang karena memang secara bisnis tidak profitable tapi kondisinya sangat dibutuhkan.
Dengan busway paradigma-paradigma yang tidak tepat itu dirubah. Dari yang tadinya kedudukan disamakan dengan angkutan pribadi, dinaikan pangkatnya sehingga mendapat prioritas (karena sesuai butir Pancasila: Kepentingan umum harus melebihi kepentingan golongan - maksudnya diberikan prioritas). Kedua tanggung jawab penyediaan angkutan umum bukan tanggung jawab pengusaha, tapi menyediakan angkutan umum yang aman, nyaman, dan terjangkau adalah tanggung jawab pemerintah. Maka dari itu dibuat BLU (Badan Layanan Umum) Transjakarta, pemerintah yang membeli layanan operator bus dengan azas profitable (untung), dan pemerintah menjual layanan angkutan umum ke masyarakat dengan azas affordable (terjangkau) . Ini baru win-win buat pemerintah, pengusaha, dan masyarakat.
- Blog putra
- 886 kali dibaca


