Diskusi Rencana Tata Ruang Wilayah Jakarta 2030 - Aksesibilitas dan Mobilitas

Koalisi Warga untuk Jakarta 2030 mengundang Warga Jakarta untuk hadir dan berpartisipasi dalam Diskusi ke-12 tentang Aksesibilitas dan Mobilitas.

Hari/Tanggal: Senin, 15 Februari 2010
Jam: 16.00 – 19.00 WIB
Lokasi: Foodism Lounge, Lt.7 fX Lifestyle X’nter (Halte Gelora Bung Karno)
Jl. Jenderal Sudirman Pintu 1 Senayan, Jakarta

Pembicara:
Nirwono Joga – (Berbicara mengenai Urban Park Connector di Jakarta)
Harun Alrasyid Lubis – (Berbicara mengenai kebijakan revitalisasi angkutan umum perkotaan)

Pengantar diskusi:

Mengingat Jakarta tetap menjadi magnet, dengan pertumbuhan ekonomi yang terus ditargetkan 6-7%/tahun untuk 20 tahun kedepan. Apakah Jakarta memberikan opsi beragam bagi pergerakan 10 juta warganya di tahun 2030, dan puluhan juta lagi yang menempel di pinggiran Jakarta? Ini hanya salah satu dari ribuan pertanyaa yang harus dijawab Rencana Tata Ruang Jakarta 2030.

Hendro Sangkoyo dalam Diskusi Ekonomi Kota menyatakan bahwa Rencana Tata Ruang harus mengurus KEHIDUPAN. Jakarta berisikan manusia-manusia, dan setiap harinya manusia itu bergerak. Tetapi sesuai dengan kodratnya, manusia mempunyai 2 kaki yang digunakan untuk bermobilitas. Lalu apakah Kota Jakarta sudah memberikan kemungkinan sebesar-besarnya untuk bermobilitas bagi kehidupan manusia penghuninya? Bagaimana dia berpindah satu tempat ke tempat lain? Apakah demikian banyak halangan? Bagaimana dengan strategi perpindahan itu sendiri?

Demi kehidupan juga, bagaimana dengan kemampuan kota tersebut memberikan akses seluas-luasnya kepada warganya, akses untuk pergi ke sekolahnya, akses untuk bekerja, akses untuk mendapatkan barang-barang? Dalam aksesibilitas pun merefleksikan masalah waktu, biaya, kenyamanan/ketidaknyamanan, serta resiko dalam mencapai suatu tujuan akhir bermobilitas.

Lalu, apakah aksesibilitas dan mobilitas seperti apa yang mampu menopang kehidupan warga Jakarta untuk setidaknya 20 tahun mendatang?

Untuk informasi, sila hubungi jakarta2030@gmail.com
Untuk informasi mengenai versi Raperda RTRW Jakarta 2030, peta-peta dan Naskah Akademis, dapat diperoleh di http://koalisijakarta2030.wordpress.com/

Diskusi ini adalah dari dan oleh Swadaya Warga Jakarta untuk Masa Depan Jakarta yang lebih baik.

Komentar

Avatar david_chyn

diskusi RTRW 2010 - 2030 : aksesibilitas dan mobilitas

Saya sempat hadir di dalam diskusi yang menarik ini.
Paparan kedua pembicara sangat menarik. Tapi tampaknya tidak cukup menarik minat masyarakat untuk hadir dalam acara ini.
Seperti yang sempat kita baca, di dalam draft RTRW tersebut sangat banyak kekurangannya. Mulai dari kesalahan ketik, ada kekurangan definisi (tahukah kita bahwa hanya wilayah kabupaten kepulauan seribu saja yang ada rencana pengembanganya? bagaimana dengan wilayah kota (walikota)? ) park and ride hanya akan dibangun di terminal ujung saja, tidak di halte tengah walaupun dekat dengan daerah perumahan/bangkitan dan masih banyak lagi..
Dan yang paling buruk adalah RTRW tersebut seperti pembenaran atas keadaan yang terjadi sekarang. tanpa pola yang jelas. RTRW tersebut terkesan hanya mengumpulkan apa yang ada sekarang dan tidak ada benang merah yang menghubungkan satu alokasi fungsi dengan alokasi fungsi yang lainnya...
salam(dc)

Kirim komentar

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <p> <br /> <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

CAPTCHA
Maaf, Anda manusia atau spam bot?
Jika Anda manusia, tolong ketikkan kode yang muncul di bawah ini (case sensitive)
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.