Anda punya saran, kritik atau keluhan seputar Transjakarta busway? Saatnya menyuarakan isi hati Anda. Kirim saran & kritik Anda sekarang.

Tolong cantumkan rute tujuan bus, di kaca samping bus, dekat pintu masuk.

Saya ingin berbagi pengalaman menjadi penumpang bus TransJakarta.

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah transfer di Halte Matraman dari bus koridor IV (Dukuh Atas - Pulogadung) ke bus koridor V (Kampung Melayu - Ancol) dalam perjalanan menuju Gunung Sahari.

Baru kali itu saya menggunakan Bus TransJakarta koridor V. Yang terlintas pertama kali di pikiran saya adalah, "Semua Bus TransJakarta yang melewati halte Matraman (di jalan Matraman Raya) adalah Bus TransJakarta jurusan ke Ancol."

Setelah menunggu beberapa saat dan mengantri, ketika hendak menaiki bus, ada salah seorang penumpang pria bertanya ke petugas pengamanan di dalam bus TransJakarta. "Mas... sampai Ancol ya?"
"Nggak pak, hanya sampai Senen", kata petugas itu.
Tentunya saya dan penumpang itu mengurungkan niatnya untuk naik bus TransJakarta tersebut. Setidaknya kami mempunyai tujuan yang sama untuk naik bus yang sampai ke jurusan Ancol.

Tidak lama kemudian, datang kembali bus TransJakarta. Sekilas saya melihat di kaca depan bus tulisan PGC-Senen. Saya sudah menduga bus ini hanya sampai Senen. Benar saja, begitu pintu bus terbuka, petugas pengamanan di dalam bus berkata, "Hanya sampai Senen...." Kembali saya mengurungkan niat untuk naik bus tersebut.

Selang beberapa waktu kemudian, bus TransJakarta kembali datang di halte Matraman. Agaknya saya melewatkan untuk melihat tulisan di depan kaca bus tersebut. Sementara petugas pengamanan bus sedang sibuk mengatur arus keluar masuk penumpang. Langsung saja saya bersama salah seorang penumpang tadi, masuk ke dalam bus tersebut. Selepas halte Matraman, penumpang pria tadi kembali bertanya, "Mas, sampai Ancol nggak?"
"Wah, maaf pak. Bus ini jurusan ke Harmoni", jawab petugas pengamanan tersebut.
Tentunya ada rasa panik di dalam diri saya. Sempat terucap di benak saya, "Aduh! Saya salah naik bus." Akhirnya saya bersiap-siap untuk turun di halte terdekat.

Setelah turun di halte dan menunggu sebentar, datanglah kembali bus TransJakarta. Karena takut terulang salah naik bus, sebelum masuk ke bus terlebih dahulu bertanya ke petugas pengamanan bus. "Mas, sampai Ancol nggak?"
"Sampai", jawab petugas tersebut. Langsung saja saya masuk ke dalam bus dengan nyaman, tanpa harus kuatir salah naik bus lagi.

Hikmah yang bisa diambil dari pengalaman saya tersebut adalah :
Tidak semua bus yang berhenti di halte bus Matraman yang melewati Jalan Matraman Raya adalah bus TransJakarta jurusan Ancol

Jenis Bus TransJakarta yang berhenti di halte bus Matraman adalah :

  • Kampung Melayu - Ancol lewat Senen (bus gandeng).
  • Kampung Melayu - Ancol lewat Fly Over Senen tidak berhenti di halte Senen (bus biasa).
  • PGC - Senen (bus biasa)
  • PGC - Ancol (bus biasa)
  • PGC - Harmoni (bus biasa)

(mungkin masih ada rute lain yang belum Saya ketahui)

Dari pengalaman saya tersebut, muncul sebuah Saran/Ide sederhana yaitu :

Tolong cantumkan
rute tujuan bus
di kaca samping bus
dekat pintu masuk.

Alasannya:

  • Meskipun di depan kaca bus dicantumkan rute bus, tetapi tidak semua orang bisa melihat tulisan tersebut. Apalagi kalau sedang antri di dalam halte. Demikian pula bila sedang di antrian terdepan, kita tidak mungkin mengeluarkan anggota badan hanya untuk melihat tulisan di depan kaca bus yang akan lewat. Sangat berbahaya, apalagi kalau ternyata ada bus yang datang tiba-tiba yang tidak kita ketahui. Kita bisa ditabrak/disambar oleh bus tersebut.
  • Meskipun ada petugas pengamanan di dalam bus dan di dalam halte, tetapi
    mereka semua manusia biasa, sama seperti saya. Petugas pengamanan di dalam halte tidak selalu setiap saat berdiri di halte memberikan petunjuk, ini bus hanya sampai Senen, ini bus ke Harmoni, ini bus ke Ancol. Petugas pengamanan di dalam bus tidak semuanya memberikan informasi bus ini ke jurusan mana, halte mana yang tidak dilewati. Apalagi bila terjadi kepadatan penumpang, petugas pengamanan di dalam bus akan sibuk mengatur arus keluar masuk penumpang.

Adapun tulisan yang perlu dicantumkan sederhana saja:

  • ANCOL lewat SENEN (untuk jurusan Kampung Melayu - Ancol lewat Senen).
  • ANCOL lewat FLY OVER, tidak lewat SENEN (untuk jurusan Kampung Melayu - Ancol lewat Fly Over Senen tidak berhenti di halte Senen).
  • SENEN (untuk jurusan PGC - Senen atau Kampung Melayu - Senen).
  • HARMONI lewat FLY OVER, berhenti di PAL PUTIH & BUDI UTOMO, tidak lewat SENEN (untuk jurusan PGC - Harmoni).

dan sebagainya...

Demikian ide/saran dari saya, kurang lebihnya mohon maaf.

.: dipobiso:.

Komentar

Avatar Wibo

Rute di kaca samping

Pencantuman rute di kaca samping sudah dilakukan di semua armada kor 4: Pulogadung-Dukuh Atas (lewat Bermis) untuk JTM, dan TU Gas-Dukuh Atas untuk PP. Penempelan rute di kaca samping untuk armada JMT (PGC-Senen, PGC-Ancol, PGC-Harmoni, kor 5, kor 7) akan menyusul, dan saat ini sudah ada beberapa JMT yang berinisiatif mencantumkan rutenya di kaca samping.

Avatar dipobiso

re: Rute di kaca samping

Terima kasih bung Wibo atas infonya. Kebetulan pas hari libur Nyepi kemarin saya menggunakan bus TransJakarta dan sudah menemukan pencantuman rute di kaca samping pada bus koridor IV (TU Gas-Dukuh Atas).

Mudah-mudahan bisa dilakukan untuk bus TransJakarta yang lain. Terutama untuk jalur yang dilewati lebih dari satu jurusan, seperti bus TransJakarta yang melewati jalan Matraman Raya. Ya..., kalau yang sudah biasa setiap hari lewat rute tersebut pasti tahu, ini bus ke mana, ini bus hanya sampai mana. Bagi yang baru pertama kali mungkin akan salah naik. Apalagi, mungkin saja petugas pengamanan di halte ataupun petugas pengamanan di bus sedang sibuk, sehingga lupa memberikan informasi, bus yang akan dinaiki tujuannya ke mana.

Minimal pencantuman rute ini sebagai sarana informasi dan buat jaga-jaga seandainya petugas pengamanan tadi terlewat menginformasikan ke calon penumpang yang akan naik. Kan kasihan juga penumpang yang tadinya mau cepat sampai ke tujuan, ternyata salah naik bus (ya..., seperti pengalaman saya terdahulu).

Terima kasih.
.:dipobiso:.

Kirim komentar

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <p> <br /> <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

CAPTCHA
Maaf, Anda manusia atau spam bot?
Jika Anda manusia, tolong ketikkan kode yang muncul di bawah ini (case sensitive)
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.