Koridor 4 P. Gadung - Dukuh Atas
Jum, 04/02/2010 - 18:36 — agung ganteng
Yth. Pengelola Bus Way Koridor 4
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pada jam-jam pulang kantor terjadi penumpukan penumpang dari arah Dukuh Atas ke Pulo Gadung. Para pengguna jasa Busway bisa memaklumi kondisi ini. Akan tetapi keadaan yang kurang nyaman terjadi karena adanya saling dorong antar sebagian pengguna jasa busway ini. Hal ini dipicu oleh adanya pemisahan jurusan ke TU Gas dan ke. Pulo Gadung pada pintu masuk bus yang sama. Dari hasil pengamatan saya ada beberapa hal yang perlu dirubah dalam penanganan kondisi tersebut:
1. Dipasang Banner (Poster) Peringatan Tidak Saling Dorong.
2. Dipasang Banner (Poster) anjuran untuk tertib dan tetap dalam antrian
3. Pemisahan jurusan Tu Gas dan Pulo Gadung dilakukan di Halte BPKP dan Halte UNJ
Demikian masukan dan saran say, semoga dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan dan kenyamanan Bus Way kita.
Terima kasih:
Agung (boy_de_valentino@yahoo.com)
- 1808 kali dibaca
Komentar
Sab, 04/03/2010 - 22:37 — Guest (tidak terverifikasi)

penaikan penumpang kor 4 dipisah saja
Sebenarnya beberapa waktu yg lalu sempat
diberlakukan pemisahan pintu utk menaikkan penumpang di halte dukuh atas2. Dan menurut saya dg pemberlakuan pemoisahan tsb sgt membantu dan bisa mengurangi kejadian saling dorong mendorong antara penumpang yg ingin ke tugas maupun ke arah pulogadung. Tapi sayangnya aturan itu entah knp hanya diberlakukan sebentar saja. Mgkn bs menjadi masukan bagi petugas kor 4 utk memberlakukan aturan pemisahan tsb lagi. Krn saya rasa kalo hanya dg dipasang tulisan tdk boleh saling dorong akan kurang efektif.
Terima kasih smg masukan ini bisa dipertimbangkan.
Rab, 04/07/2010 - 19:12 — Wibo
Pintu kor 4 di Dukuh Atas 2
Wah, ide yang sangat bagus, kami akan coba sarankan ke BLU... Penumpang kor 4 dari Dukuh Atas 2 mestinya harus dinaikkan semua, dan pemisahan penumpang yang mau ke Pulogadung atau TU Gas baru dilakukan di halte lain setelah Matraman yang cukup luas.
Oh ya, ujicoba perubahan pengaturan pintu di Dukuh Atas bulan lalu hanya berlangsung 2 hari soalnya dianggap gak efektif karena malah semakin memanjangkan antrian ke atas SWPA. Akhirnya pengaturan pintu dikembalikan seperti keadaan semula.
Kam, 05/27/2010 - 10:19 — penumpang (tidak terverifikasi)

apakah mungkin ?
saya membaca masalah penumpukan yg terjadi didukuh atas menuju pulo gadung , kalo saya pikir itu tidak akan mungkin terjadi .
apabila akan di pasangkan seperti itu . apa yg akan terjadi nantinyaaaa ?
dalam prediksi saya pasti aka terjadi seperti ini :
1. bila akan dipasang seprti itu , PASTI tidak akan didengar ataupn di baca . karna pada saat diteriakkin ttep saja tidak ada yg ngebahas . ttep aja dorong"an .
2. apakah mereka akan memandang para pengendali yg telah menjaga penumpang selama menunggu ?
sekian & terima kasih .
Kam, 04/08/2010 - 12:07 — nona (tidak terverifikasi)

pertanyaan tp harus dijawab ..
hari ini saya naik busway kor.6 td sewaktu saya berangkat aya melihat ada sedikit pertengkaran antara bapak pengendali dengan seorang supir busway perempuan ..
sebenernya apakah itu baik untuk berantem didepan muka umum ?
yg saya dapat dari hasil pertengkaran itu adalah dimana hanya karna masalah si supir busway perempuan itu bawa adiknya , tp dari pihak bapak pengendali yg berbaju coklat"kelabu beranggepan bahwa dia naik dr penurunan ..
sebenarnya tidak , apakah salah ?
setau saya banyak bapak pengendali yg sering bawa anak atau istrinya tp mereka dengan cueknya naik busway tanpa bayar / beli tiket .. apa itu bisa di bilang BENAR ?
kenapa selalu begitu , ..
dan yg terakhir saya lihat supir busway itu akhirnya dicegat karena tetep ajak adiknya naik busway ,
setelah itu yg saya pikir kan adalah ,,
apakah yg disalahi adalah supir busway itu atau si bapak pengendalinya ?
karna klo menurut saya dia memang sering keterlaluan , sudah keseringan ..
trima kasih ,
tolong penjelasannya .
trima kasih ..
Kam, 04/08/2010 - 22:44 — iyo Nudnem
pertanyaan tp harus dijawab ..
klo menurut saya nih Gan, mau itu bawa family kek, atau siapa kek, yah masuk harus antri dong..kasian sama penumpang yg antri dah lama banget..Just info..tadi sore saya mengur petugas PAM nya..masa ngebiarin bapak2 (2 orang yg belum terlalu tua menurut saya) dengan seenaknya ngantriu di piuntu keluar...bukankah itu cuma pintu untuk keluar dan mendahulukan wanita hamil dan orang cacat + ibu yg bawa anak kecil..Apakah bapak itu juga termasuk hamil? (hahahaha)..
Masukan juga nih Gan, semakin banyak orang yg main serobot antrian dengan alasan "Mau Keluar"..padahal pas dilihat tuh orang gak kelihatan keluar..(bukankah lebih dekat n gampang, gak harus desak2an jika dia keluar lewat tangga di Dukuh Atas koridor blok M-Kota)... ?
Jum, 04/09/2010 - 14:20 — penumpang (tidak terverifikasi)

sekedar informasi saja .
saya sangad suka transjakarta busway ! terutama kor.6 !
Rab, 04/21/2010 - 08:14 — Guest (tidak terverifikasi)

Halimun halte transit kor. 4 ke kor. 6
Kalau saya masalahnya cuma di halte Halimun saja. Kalau bisa Halte Halimun dijadikan tempat transit dari koridor 4 ke koridor 6 lagi. karena kalau dijadikan satu di Dukuh Atas semua, orangnya bertumpuk-tumpuk (tau sendiri deh antrian di Dukuh Atas 2 kalau pagi dan sore-jam pulang kerja, antriannya sampe ke atas). Kalau Halte Halimun bisa dioperasikan kembali, saya rasa itu bisa mengurangi antrian.
Terima kasih, semoga saran saya dipertimbangkan kembali.
Kam, 04/22/2010 - 13:29 — Chu (tidak terverifikasi)

Strilkan Jalur Busway Ragunan - Kuningan
Mohon agar disetrilkan kembali Koridor 6 Ragunan - Kuningan
Min, 05/02/2010 - 17:39 — donita (tidak terverifikasi)

Koridor 4-PuloGadung -Dukuh Atas
Hari ini saya naik koridor 4 dari depan pasaraya manggarai...pas saya masuk bpk2 penjaga pintu transjakarta tiba2 bentak-bentak saya ...saya ga ngerti knp sampe saya duduk di transjakarta itu tetep aja dy bentak..dy ngomong "Lain kali yang turun dulu ya mba..." dan itu dengan keras ...saya bingung knp dy ngomong kyq gt, pdhal pas saya naik saya udh nungguin tuh penumpang turun tp emg merekanya aja lama, trus bpk penjaga pintu itu juga ngalangin org turun juga, kl saya ga masuk mereka juga ga bs turun...dan setelah saya mo turun dari transjakarta bpk penjaga pintu itu bentak saya lagi " lain kali ikutin aturan ya.." aneh banget si tu orang bentak-bentak seenaknya...dan yang saya tau nama penjaga pintu KOMARRUDIN..... saya cmn mo saran kalo emg saya salah bisa ga ga pake bentak-bentak didepan umum, td ada bapak saya juga udah mo di tampar dy...tolong buat penjga pintu transjakarta harap lebih sopan dan bijak lagi untuk menghadapi penumpang..karena bukan hr ini saja saya berhadapan dengan penjaga pintu yg kurang sopan , wkt beberapa bulan lalu ada juga penjaga yang tiba-tiba marah-marah sendiri dengan penumpang (walo pun itu bukan saya) , untung penumpang itu sabar, pdhal saya lihat sendiri si penumpang hanya ingin naik saja, dy tidak tahu kl tb2 bis transjakarta mau bergerak... menurut saya bisa ga si penjaga pintu transjakarta lebih sopan lagi..kalau hal ini terus dibiarkan bagaimana kalo yg melihat orang asing yg bisa berbhs indonesia, trus menceritakan hal ini ke negaranya..bagaimana pelayanan yg diberikan bis transjakarta kepada penumpangnya ga baik..kita kan juga malu...
Kam, 05/06/2010 - 13:00 — ibu wida (tidak terverifikasi)

kemana ya 6097??
ass.wr.wb...
saya seorang ibu hamil penumpang koridor 6 ragunan-dukuh atas.
saya ingin bertanya untuk petugas penjaga pintu koridor 6 yang bernama R. Firdaus kalau tidak salah nomor kerja bajunya 6097..
kemana ya dia?
sudah lama saya tidak melihat dia..,karena setiap saya berangkat naik dari ragunan saya sering melihat dia kalau saya ingin berangkat pagi ke kantor yang ada di sudirman.
mungkin terakhir saya melihat akhir bulan april.
kira-kira dia kemana ya???
sampai hari ini, saya tidak melihat dia di koridor 6?
apakah dia sudah tidak bekerja lagi di transjakarta?
atau dia keluar?
atau dipindahkan ke koridor lain oleh atasannya?
saya terkesan dengan cara dia bekerja, karena dia sangat sopan dan ramah dengan para penumpang busway.
ini pengalaman saya, pada saat jadwal pulang kantor dengan penumpang yang banyak di dukuh atas, saat para petugas yang ada di dukuh tidak melihat saya sedang hamil, R.Firdaus mengeluarkan saya dari pintu penurunan untuk naik ke busway dan saya dipersilahkan duduk.
saat kerja dia tidak mengangkat handphone nya padahal handphone nya berbunyi. dia menghiraukan handphnoe nya, mungkin dia berpikir saat itu sedang menjalankan tugas.
dia juga baik dalam mengontrol penumpang yang akan naik busway jadi penumpang di busway tidak terlalu penuh agar penumpang tidak berjubel di busway.
* tolong dijawab ya pertanyaan saya, karena menurut saya dia sangat baik dalam bekerja dan menjalankan semua tugas yang dia kerjakan.
terima kasih..




