Antrian di Terminal Xderes
Jum, 06/04/2010 - 09:27 — Lily Purwati
Dear all,
Salam kenal buat semua pengguna TransJakarta. Saya Lily, karywan swasta. Pengguna Kor.3.
Sekalian ide&keluhan neh.
Rekan2 pengguna Kor.3, pasti tau bgm antrian di setiap halte. Contohnya di T.Xderes setiap pagi. Syukur di sana seringa ada Andri Prastio yg sangat membantu ketertiban antrian. Saya juga sudah mengirimkan saran ke BLU untuk pengaturan antrian di sana agar mempermudah sdr Andri P, tapi tampaknya sudah 2 minggu masih jauh panggang dari api. Katanya sarana sudah diterima BLU, tapi di lapangan tidak seperti yang diharapkan. Kelihatannya tidak ada pengawasan, evaluasi dan tindak lanjutnya. Sudah 2 hari ini tidak ada Andri saat saya tiba, antrian kembali barbar. Petugas yang lain (ini juga terlambat datang) tidak dapat "menjinakkan" antrian yang sudah terlanjur kacau.
Saya berpikir, sampai kapan kita semua tergantung sdr Andri P.? Kalau dia tidak ada (berhalalangan atau pindah tugas) apakah kita semua akan kembali "menderita" lagi? Desak2an. Kesal karena antrian diserobot orang (terutama dr antrian berdiri). Saya pikir sudah waktunya kita mengatur diri kita sendiri sehingga ada atau tida ada petugas antrian tetap tertib.
Ada ide??
- 904 kali dibaca
Komentar
Sab, 06/05/2010 - 00:16 — Wibo
Pengaturan antrian di Kalideres
Halo Bu Lily, terima kasih banyak atas saran-sarannya. Sebelumnya saya mau mohon maaf karena sudah beberapa minggu ini saya sangat sibuk dengan pekerjaan, dan tidak bisa membalas komentar-komentar yang masuk ke web STJ. Tetapi semua komentar yang masuk pasti kami baca dan apabila memungkinkan akan kami teruskan ke pihak berwenang.
Untuk saran pengaturan antrian di Kalideres, kalau Ibu berkenan bolehkah untuk share teknisnya disini? Mungkin dengan menjabarkan teknisnya dapat lebih memperjelas bagi kita semua, apalagi yang jarang memakai kor 3.
Kembali ke budaya bertransportasi, menurut saya, kita pun dapat ikut membantu untuk 'mentertibkan' antrian. Caranya dengan menegur penumpang bandel tersebut, agar timbul rasa malu pada diri mereka. Saya selalu menegur apabila ketemu penumpang yang gak bisa diatur, dengan ini maka masyarakat akan sadar bahwa tindakan yang mereka lakukan itu sangat salah dan dibenci oleh orang-orang lain disekeliling mereka.
Kam, 06/10/2010 - 21:03 — Lily Purwati
PEngaturan Antrian di Kalideres
Sudah pernah saya kirim ke BLU. Mereka juga sudah telp saya bilang terima kasih. Tapi saya lihat belum ada tindak lanjut di lapangan. Kalau saya mau kirim ke suaratransjakarta ini, bagaimana caranya? Kalau perlu saya print & kirim via kurir ke mana? Kalau bisa lewat email, alamat emailnya ke mana?
Saya bersedia banget membantu. Greget lihat bangsa kita kok makin payah, semua berebut, gak pedulu orang lain. Perempuan hamil, orang jompo juga dibabat, gak dikasih kesempatan.
Sab, 06/05/2010 - 22:08 — Guest (tidak terverifikasi)

Pengaturan Antrian
Di Harmoni saya pernah menegur seorang bapak-bapak yang jelas-jelas hendak menyerobot barisan. Tetapi malah bapak tersebut terlihat tidak senang dan malah berbalik marah kepada saya. Untung saja saat itu ada seorang petugas yang memang sedang mengatur antrian melihat hal tersebut dan tidak segan-segan menegur bapak tersebut dan memintanya mengantri di belakang barisan. Walaupun sambil marah-marah, bapak tersebut akhirnya menurut.
Saya salut dengan petugas tersebut karena selama pengalaman saya bertahun-tahun naik bus Transjakarta, hanya dia yang benar-benar menjalankan tugasnya mengatur barisan dengan baik, sementara petugas lain mengobrol, duduk-duduk saja atau bermain HP.
Saya pikir karena ketidaktegasan petugaslah maka penumpang Transjakarta belakangan ini semakin tidak teratur. Mungkin banyak yang berpikir apa gunanya menegur penumpang lain kalau petugas saja membiarkan adanya penumpang-penumpang yang melakukan tindakan yang merugikan penumpang lain? Bukankah hanya akan memancing pertengkaran di antara penumpang?
Kam, 06/10/2010 - 21:12 — Lily Purwati
PEngaturan Antrian
Betul,betul,betul! 100%. Kalau kita mengingatkan, kadang malah jadi malu karena yang diingatkan gak punya malu! Trus, kita kayak orang bego, karena gak ada yang bantu. Petugas melihat cuma diam aja.
Saya sudah sering diomelin orang karena menegur/mengingatkan. Dibilang : usil, ngatur urusan orang, sampai dikotbahin "mulut jangan jahat, nanti rezeki hilang". ?????
Sebagian besar rakyat tidak sadar sudah dibiarkan "bunuh-bunuhan" di jalan, di bus, di kereta api oleh pemerintah yang sangat korup ini.
Sampai kapan sebagian dari ktia yang sadar ini tinggal diam??? Apakah tidak ada jalan lain untuk mengingatkan sesama kita & bersama2 mengingatkan pemerintah??
Rab, 06/09/2010 - 09:14 — sopian sauri (tidak terverifikasi)

busway khusus perempuan
Bismillahirohmanirohim..
salam kenal semuanya..!!!
saya punya saran nich,, karena kemaren-kemaren di berita tuch banyak banget beritanya tentang pelecehan sek di basway. gimana kalau di adain busway khusus perempuan agar mereka lebih aman dan nyaman, jadi klo gitu kan ga dalagi yang namanya pelecehan sek di busway.. kalau ga kan pintu basway tuchkan ada dua jadi yang satu buat penumpang perempuan dan satu lagi penumpang pria di tengah-tengahnya kasih ja pembatas biar aman..
ok ga tuch..
maaf ya kalau ada salah - salah akat ..
Kam, 06/10/2010 - 21:28 — Lily Purwati
busway khusus perempuan
Maaf, Bapak (bener Bapak kan?) Sopian.
Kalau Bapak mengusulkan pemisahan bus, tentunya baik juga. Tapi masalahnya : dana, waktu tempuh & kapasitas jalur. Dg armada sekarang yg ada saja, Koridor 1 setiap pagi busnya sudah spt kereta api, hanya berjarak 5-10 meter antar bus sepanjang koridor.
Menurut pendapat saya, kalau berbeda tidak apa2 ya?, intinya KETERTIBAN. Kalau semua bisa tertib antri, pasti gak perlu desak2an/dorong2an, otomatis gampang mengawasi penumpang yang niatnay tidak baik. Copet atau maniak sex bisa keliatan & bisa langsung dicokok.
Info dari seorang teman antrian visa di Kedubes2 Sin, USA atau Eropa bukan sekedar berbaris, tapi ada "kode etik" yg berlaku di sana : 2 langkah di belakang. Kalau cuma 1 langkah, petugas pasti langsung menegur.
Saya rasa kalau penumpang dibiasakan untuk tertib, ini adalah jalan keluar yang paling efektif & efisien & manfaatnya dalam jk. panjang lebih terasa. Bisa menular ke semua layanan umum (bikin ktp, pembagian sembako, pembagian zakat, gelar kasus di pengadilan, antri di tikungan/perempatan). Kalau semua tertib, gak akan ada pak ogah, calo, markus.
Tapi kenapa untuk urusan bikin antri dg tertib saja, sepertinya pemerintah kita (BLU dalam hal ini) kelihatannya susah banget ya????
Kapan ya punya pemerintah yang SMART???
Makasih & salam Pak Sopian!
Jum, 06/11/2010 - 00:32 — mang kasto (tidak terverifikasi)

busway khusus
saya tidaks etuju dengan pemisahan busway khusus perempuan.
lah skrg aja ngantrinya masih lama. apalagi dipisaha begini. bisa berapa lama nunggu di halte.
kalo gak mau dilecehin ya naek taksi aja
Sel, 06/15/2010 - 08:05 — Lily Purwati
Pengaturan antrian di Xderes
Wibo, email ke mana gambar antriannya?
Jum, 06/18/2010 - 01:32 — Guest (tidak terverifikasi)

pengaturan antrian
Saya berharap semua petugas Transjakarta bisa sebijak pak Andri.. saya juga pengguna transjakarta koridor 3, dan setiap pagi selalu ramai antrian, terutama sekitar jam 6 sampai jam 7an.. dulu sebelum ada pak Andri, saya seringkali merengut kesal pada penumpang2 yang seenak udel mereka. ada yang serobotan, ada yang dempet2, ada yang dorong2.. saya merasa ngantri naik bus bagaikan ngantri sembako gratis.. sejak ada pak Andri, antrian bisa menjadi rapi.. apakah mental orang Indonesia semua harus dididik baris-berbaris seperti tentara agar bisa tertib mengantri??
selain itu, sejak ada pemisahan antrian laki-laki dan perempuan, saya dan teman pria saya seringkali merasa jengkel.. kami pergi kuliah berdua dan pulang pun berdua.. saya merasa bersyukur sebab sejak dia menemani saya naik transjakarta, saya merasa terlindungi dari orang2 yang suka dempet2 dan dorong2an.. tapi, sejak ada pemisahan antrian itu, saya menjadi terpisah dari teman saya.. saya beberapa kali mencoba mengantri di barisan laki2 atau teman saya mencoba mengantri di barisan perempuan, tapi selalu ditegur padahal kami sudah bilang kalau kami pergi beruda.. oleh sebab itu, saya atau teman saya terpaksa menunggu (berhenti dan menghalangi penumpang di belakang saya) di dekat pintu masuk bus..
sempat beberapa hari lalu saya pulang bersama teman saya itu dan kebetulan di harmoni ada pak Andri.. beliau memang mengatur barisan laki-laki di kiri dan permpuan di kanan.. ketika beliau melihat saya dan teman saya bergandengan, beliau berkata "yang pergi berdua tidak usah berpisah dan jangan sampai berpisah.." saya pu menanyakan pada pak Andri, "boleh??".. beliau menjawab "tentu saja boleh.. yang pergi beruda jangan sampai terpisah.."
saya benar2 salut dengan pak Andri.. teruskanlah dedikasimu pada kedisiplinan masyarakat Indonesia, pak Andri..
Jum, 06/18/2010 - 09:40 — Lily Purwati
Pengaturan antrian di Xderes
Ada orang/petugas pintar, gak dicontoh. Ada saran bagus gak dipakai.
Kayaknya muntah darah harapin BLU pinter. Gak tau bodoh, atau pura-pura bodoh.
Kiri-kanan atas-bawah sudah teriak-teriak, sudah kasih saran yang berguna, tidak satu pun diuji coba.
Kalau ada kasus, baru reaksi. Tapi juga sekelebatan aja. Begitu tahi ayamnya dingin, kembali ke asal.
Kalau belum jatuh korban nyawa penumpang, petugas atau supir di halte, dalam bus atau jalur busway, gak akan ada perubahan. Kalau nyawa pengendara motor sih BLU berkilah, "Itu salahnya sendiri, kenapa sudah dilarang masih bandel."
Berani taruhan??



