Ngelantur [OOT]

Orang Jakarta sangat berbeda dengan orang Yog-jakarta. Orang Jakarta cenderung berbicara singkat dan tegas. Sebaliknya, orang Yogya senang mengkotak-katik kata. Seperti yang kita kenal lewat plesetan kata, Dagadu. Walau saya bukan orang Yogya, tapi saya termasuk yang suka mengkotak-katik kata sehingga mempunyai makna baru yang menyenangkan batin saya. Dan semoga juga dapat memperkaya batin anda.

Sore ini saya sengaja transfer di HCB pada jam 18an untuk melihat lagi kepadatan halte transer ini pada hari Senin sore. Dari sana saya naik TiJe koridor II. Sesampainya di taman Tugu Tani, di ujung jalur busway yang menuju Kwitang, berdiri seorang Polisi Pengatur Lalulintas. Ia tampak menggerak-gerakkan tongkat lampunya, mempersilahkan TiJe saya masuk jalur khusus. Tak beberapa lama melihatnya, pikiran sayapun ngelantur.

Kata 'ngelantur' dalam bahasa jawa artinya: berbicara dengan sekenanya, berbincang kesana-kemari, berbicara mengenai hal-hal tidak ada hubungannya dengan hal yang sedang dibincangkan. Misalnya, ketika banyak orang berbincang tentang disiplin, malah berbicara tentang polisi di Taman Tugu Tani. Dalam bahasa para netter: OOT.

Pikiran saya memang ngelantur, tetapi hal ini disebabkan Polisi yang berjaga di Taman Tugu Tani tadi. Tadinya saya pikir ia adalah Polisi Pengatur Lalulintas yang menjaga jalur busway koridor II supaya tetap steril. Saya sempat bangga ketika beliau dengan berwibawa mempersilakan bus TiJe saya memasuki jalur khusus bebas hambatan. Tapi sesaat kemudian pikiran saya nglantur, karena ternyata beliau hanyalah seorang Polisi Pe-nglantur Lalulintas. Begitu bus TiJe saya masuk jalur khusus bus way. Beliau juga mempersilahkan sebuah truk ber plat merah memasuki jalur khusus ini. Dan masih dengan tongkat berlampu yang sama, ia mempersilahkan mobil-mobil pribadi dan sepeda-sepeda motor masuk ke jalur khusus busway. Beliau yang seharusnya menjaga agar jangan ada kendaraan yang melanggar peraturan, tetapi beliau ngelantur. Beliau ngelantur dengan menyuruh semua kendaraan masuk ke dalam jalur yang seharusnya khusus untuk bus way.

Tindakan menyuruh kendaraan masuk kedalam jalur busway ini memang tidak berimbas pada TiJe yang saya naiki, tapi tidak berlaku buat bus TiJe di belakang saya. Akibat tindakan beliau, Pengguna TiJe tersebut kehilangan waktu karena harus menunggu beberapa saat sebelum dapat berhenti di halte Kwitang. Akibat lainnya adalah hilangnya rasa kepastian hukum akan jalur khusus busway. Penyerobot yang dipersilahkan masuk kejalur tersebut, akan menganggap bahwa tindakannya dibenarkan oleh Polisi Pe-nglantur Lalulintas tadi. Pengemudi yang patuhpun mungkin akan goyah imannya melihat para pendosa melenggang dengan bebas di jalur khusus.

Ngelantur bisa menghasilkan sesuatu yang buruk, maka saya sudahi saja tulisan ini. Semoga Polisi Penglantur Lalulintaspun sadar akan akibat tindakan mereka.

Salam (052107 dc)

Komentar

Avatar sunarto

lucu

hahahhaa.... lucu banget nih........

BTW, HCB makin ancur aja yah. Apalagi antrian koridor 3. Dugh.......

Kirim komentar

  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <p> <br /> <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

CAPTCHA
Maaf, Anda manusia atau spam bot?
Jika Anda manusia, tolong ketikkan kode yang muncul di bawah ini (case sensitive)
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.