Anda punya saran, kritik atau keluhan seputar Transjakarta busway? Saatnya menyuarakan isi hati Anda. Kirim saran & kritik Anda sekarang.

Halte Jatinegara

Sampai saat ini halte jatinegara masih belum diperbaiki oleh pihak transjakarta.
Banyak tangga yang bolong di halte jatinegara, sehingga setiap lewat di tangga itu, saya seperti kancil yang harus melompati tangga yang bolong tersebut.
Tolong dengarkan keluhan saya, transjakarta mau menaikan tarif, tetapi tidak mau memperbaiki fasilitasnya?

Komentar

Avatar Wibo

Tangga halte Ps Jatinegara

Yang dimaksud tangga yang di tengah (menuju ke halte) atau yang ada di pinggir JPO (menuju trotoar)? BLU hanya bertanggungjawab mengurusi tangga/ramp menuju halte, sedangkan untuk JPO dan tangga/ramp menuju trotoar merupakan kewenangan Dishub.

Avatar Maycha

Maksud saya memang tangga

Maksud saya memang tangga busway yang menuju trotoar, koq begitu yah? Padahal merupakan satu kesatuan dengan tangga busway?
Kalau memang begitu jawaban anda, bisakah pihak transjakarta menghubungi dinas perhubungan untuk memperbaiki tangga tersebut ? (Dikarenakan tangga itu digunakan untuk akses jalan menuju halte busway).
Terimakasih.

Avatar Guest

Menurut saya, walaupun bukan

Menurut saya, walaupun bukan tanggung jawab BLU, tetap saja seharusnya BLU turut memperhatikan masalah ini. Apakah memang penumpang sendiri yang harus menghubungi Dephub meminta perbaikan tangga yang rusak?

Setahu saya masalah jalur tidak steril, penyediaan SPBBG, penambahan armada juga bukan tanggung jawab BLU. Lalu, apakah berarti BLU lepas tangan? Sudah terlalu sering saya membaca BLU seolah-olah tidak peduli dengan masalah-malah tersebut karena hal itu di luar kewenangannya. Jika memang demikian, apakah BLU SUDAH berusaha semaksimal mungkin untuk berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyelesaikan masalah yang ada? Bukankah itu salah satu fungsi BLU, yaitu menjembatani masyarakat pengguna dengan pihak-pihak terkait lainnya?

Atau mungkin lebih baik BLU mencantumkah juga nomor telepon Polda, Dishub, Pemprov di dalam setiap armada dan halte-halte yang ada agar setiap keluhan bisa langsung "tepat sasaran" dan BLU tidak perlu repot-repot melayani keluhan-keluhan yang salah sasaran.

Avatar Wibo

Koordinasi antar pihak-pihak terkait

Yup, begitulah masalah yang terjadi sekarang. Dulu, kalo saya perhatikan BLU masih rajin menghubungi pihak-pihak lain untuk hal-hal yang bukan menjadi tanggung jawab BLU. Walaupun dalam kenyataannya gak selalu berhasil (contoh: jalur rusak di Terminal Pulogadung yang sampe sekarang belum dibenerin karena saling lempar tanggung jawab antara Dinas PU dan pengurus Terminal, dalam hal ini Dishub), tapi dulu (dulu lho...) BLU bisa melakukan koordinasi dengan pihak lainnya dengan cukup baik.

Sekarang entah kenapa, mungkin juga karena respon dari instansi lain kurang bagus, BLU jadinya cuek aja dengan berbagai masalah yang menimpa traja. Mulai dari sterilisasi jalur dan ketersediaan BBG yang paling bertanggung jawab menghancurkan kualitas layanan traja. Blom lagi masalah yang dibikin oleh BLU sendiri seperti pemisahan antrian berdasarkan gender, kayaknya kita tinggal nunggu waktu moda transportasi ini ditinggalkan penggunanya :(

Kirim komentar

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <p> <br /> <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

CAPTCHA
Maaf, Anda manusia atau spam bot?
Jika Anda manusia, tolong ketikkan kode yang muncul di bawah ini (case sensitive)
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.