Besok JakCard Akan Diluncurkan
Min, 09/30/2007 - 22:13 — yogi
Mulai tanggal 1 Oktober esok, JakCard akan diluncurkan untuk umum. Sebagai informasi JakCard adalah smart card multi fungsi yang diterbitkan oleh Bank DKI dan dapat digunakan untuk alat pembayaran secara elektronik.
Untuk mempromosikan JakCard, akan dibagikan JakCard gratis dengan nominal Rp 20.000 kepada penumpang Transjakarta yang melakukan registrasi di 5 halte di koridor II & III, yaitu halte terminal Kalideres, halte Jelambar, halte terminal Pulogadung, halte Cempaka Timur dan halte Juanda.
Untuk saat ini JakCard hanya berlaku di koridor II & III, integrasi dengan koridor lainnya akan menyusul. Selain dapat dipergunakan untuk membayar tiket busway, JakCard juga dapat digunakan untuk membayar yang lain.
- 1891 kali dibaca
Komentar
Sen, 10/01/2007 - 21:22 — Guest

JakCard Busway di gunakan di koridor 2 & 3
JakCard ini merupakan terobosan dari Bank DKI dalam rangka mempermudah pengguna busway dalam melakukan perjalanan di daerah DKI Jakarta. Saya pun tadi pagi sempet mampir ke halte Juanda dan melihat poses penggunaan kartu tersebut. Sangat mudah dan tidak perlu ngantri.
Go Viva Busway rupanya pelayanan seperti ini sangat di harapkan masyarakat Jakarta, saya dengar JakCard akan dapat di pergunakan di seluruh koridor termasuk 15 koridor. Hebat nih Bank DKI bisa kasih kemudahan buat kita-kita semua.
Sekarang saya nggak perlu pegang uang Rp. 3,500,- lagi cukup pake kartu Jakcard......Nantinya bisa di pake utk parkir, monorail, ERP, toll, dan alat transporatasi publik yang lain. Bisa di pake seumur hidup dan tinggal isi ulang aja di halte dan cabang2x bank DKi terdekat.
Sen, 10/29/2007 - 09:46 — Guest (tidak terverifikasi)

OK
Saya juga udah beli, sayangnya bank DKI justru yg masih setengah2. Saya udah niat mau beli yang nominal 50rb, eh ... katanya hanya baru ada yg 20rb-an saja selama masa promosi. Saya belum coba karena jarang entry dari 5 halte tersebut.
Tapi seandainya memang di semua halte sudah tersedia readernya, maka akan banyak sekali keuntungannya. Pelanggan TiJe tidak perlu antri di loket. Petugas loket pun tidak perlu repot menyediakan uang kembalian. Selama ini, saat jam sibuk, pengguna TiJe antri 2X, di loket dan di pintu bus. Dengan kartu ini (yang hanya perlu kurang dari 2 detik) cukup didekatkan dengan sensor, maka pengguna tidak perlu antri lagi di loket, langsung antri menunggu bus saja.
Kartu bisa diisi ulang, jadi pengelola tidak perlu mengeluarkan kartu tiket masuk lagi di masa mendatang, bisa menghemat biaya operasional.
Sel, 10/30/2007 - 16:35 — Leo Tigor (tidak terverifikasi)

Buku "Keliling Jakarta naik Busway, Yuuk !"
Saya dari Penerbit Nalar telah menerbitkan buku "Keliling Jakarta naik Busway, Yuuk !". Buku ini berisi peta rute busway, kereta listrik jabotabek, bus reguler yang bersinggungan (penghubung) dengan jalur busway, bus airport, dan bus feeder. Buku ini telah diulas di Kompas (akan diulas lagi minggu ini) dan Warta Kota.
Semua jalur koridor yang telah berjalan dan akan berjalan (koridor 8, 9, dan 10) ada dalam buku ini. Dikemas dengan ukuran praktis mudah dimasukkan dalam kantong baju, celana, atau tas kecil (10x15cm). Dicetak berwarna dan setiap koridor memakai sistim warna khusus.
Jalur kereta dan bus feeder juga telah dilengkapi dengan jadwal dan harga tiket.
Singkatnya buku ini akan sangat berguna bagi pengguna transportasi publik dengan berbagai moda.
Bila teman-teman pengguna busway tertarik dan ingin memiliki buku ini dapat membelinya di TB.Gramedia Jabodetabek dan Gunung Agung. Atau dapat juga melihat dulu di inibuku.com , bukabuku.com , khatulistiwa.net , atau argentumbooks.com atau dapat menghubungi saya di 021-7362070
Terimakasih
Sel, 10/30/2007 - 20:51 — putra
Sudah Beli Bukunya!
Ada yang perlu dikoreksi,
Dalam penulisan koridor misalnya:
Koridor 3 adalah Kalideres - Pasar Baru, bukan Kalideres - HCB. Karena di busnya sendiri halte Pasar Baru diinformasikan sebagai halte terakhir.
Koridor 6 adalah Ragunan - Dukuh Atas, bukan Ragunan - Kuningan. Karena bulan lalu koridor ini sudah resmi diperpanjang rutenya hingga Dukuh Atas.
Jangan lupa lagi menyertakan koridor baru seperti:
PGC-Senen (tanpa stop di Kampung Melayu).
PGC-Ancol (tanpa stop di Kampung Melayu) yang hanya beroperasi pada hari2 tertentu saja.
Pulogadung - Kalideres.
Sekian
:: P ::



