Anda punya saran, kritik atau keluhan seputar Transjakarta busway? Saatnya menyuarakan isi hati Anda. Kirim saran & kritik Anda sekarang.

tidak puas

awal-nya saya pengguna setia bus transjakarta ,kemana saja saya selalu menggunakan bus transjakarta .tp ,sekarang saya sudah merasa kecewa dengan pelayanan bus transjakarta saat ini ,terutama di koridor 8 (lebak bulus - harmony) .waktu tunggu yg sangat lama dan jalur busway yg sangat tidak steril .sehingga bus tersendat cukup lama dan membuat jengkel bagi penumpang yg tdk mendapatkan tempat duduk harus berdiri ber jam-jam dan waktu saya terbuang hanya utk menunggu bus tiba ,sehingga saya lebih memilih utk kembali k'kendaraan pribadi .selama ini saya blm melihat tidak ada tindakan tegas dr aparat setempat satgas/polisi yg melarang kendaraan pribadi msk jalur busway (terutama d'kor 8).kapan warga jakarta bisa merasakan transportasi yg aman ,nyaman dan tepat waktu ?

Komentar

Avatar Guest

Sterilisasi jalur ... untuk meningkatkan pendapatan?

Tadinya saya juga berharap Transjakarta dapat memberikan alternatif sarana angkutan yang cepat dan nyaman bagi masyarakat yang hendak berangkat dan pulang kerja. Tetapi setelah melihat sterilisasi jalur yang tidak diikuti dengan penambahan jumlah armada, saya melihat akibatnya malah waktu tunggu di halte semakin lama karena bus selalu dalam keadaan penuh sehingga di tiap-tiap halte hanya dapat menaikkan sedikit penumpang. Sterilisasi jalur tanpa menambah jumlah armada dapat dianggap sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan semata-mata tanpa memperhatikan kepentingan dan hak penumpang.

Saya sebagai pengguna koridor 1, koridor 3 dan koridor 8 memperhatikan akhir-akhir ini bus selalu penuh dan di dalam bus semua penumpang berdesak-desakan. Saya khawatir jika dibiarkan, hal ini bukan membuat para pengguna kendaraan pribadi beralih ke Transjakarta, tetapi cepat atau lambat malah akan membuat pengguna Transjakarta beralih ke kendaraan pribadi atau kendaraan lain.

Bukan hanya itu, bus yang selalu dipaksakan mengangkut penumpang melebih kapasitasnya, ini akan membuat kendaraan jadi mudah rusak. Jika sudah mogok di jalurnya malah akan menambah kemacetan, dan yang pastinya menyengsarakan penumpang, terutama yang berdiri berdesak-desakan di dalam bus. Kalau armada memang tersedia cukup, saya pikir para penumpang juga akan lebih suka menunggu armada berikut daripada memaksakan diri untuk masuk ke dalam bus yang sudah penuh. Dan yang pasti, para pengguna kendaraan pribadi TIDAK AKAN TERTARIK untuk beralih ke Transjakarta jika melihat kondisi halte dan bus yang selalu penuh berdesakan, antrian panjang di loket, belum lagi ditambah berita bus mogok, terbakar, pengemudi ugal-ugalan, keamanan tidak terjamin dan pelecehan yang sering terjadi akhir-akhir ini.

Setelah sekian lama dan sekian banyak komentar-komentar, usul, kritik di forum ini, saya heran mengapa tidak ada perubahan yang nyata yang efeknya bisa dirasakan oleh penumpang. Mungkin sebagai penumpang kami hanya bisa menunggu dan menunggu dan menunggu, seperti yang memang selalu kami lakukan tiap hari di halte ....

Avatar Guest

Armada kurang, waktu tunggu lama & berdesakan

Benar, apalagi di koridor 1 (atau mungkin koridor lainnya) yang rencananya akan diadakan pembatasan (pada jam2 tertentu?) roda 2 sehingga diharapkan pemotor dpt beralih ke traja. Saya tdk bisa membayangkan seperti apa sesaknya bus dan waktu tunggu di halte yang pasti akan semakin lama, karena praktis penumpang akan semakin bertambah dari pemotor yang beralih ke traja (kalau tertarik). Memang setelah Bang Yos ga mimpin jkt lagi, busway jadi makin amburadul....

Avatar reza

setuju

bang Yos the best .

Avatar andhikaekananda

Perbanyak Tempat pengisian BBG

Supaya tidak selalu terjadi penumpukan penumpang di halte, maka jumlah bus wajib ditambah. Sebaiknya gunakan bus gandeng, supaya bisa ngangkut lebih banyak. tetapi sebelumnya juga tempat pengisian BBG juga harus segera ditambah. karena bila kurang, maka yang terjadi adalah bus yang akan ditambah gasnya banyak yang mengantri.

Kejadian ini membuat bus menumpuk di stasiun pengisian BBG yang akhirnya membuat penumpang menumpuk di halte karena kurangnya bus yg jalan. seperti contoh saya lihat di stasiun BBG Jln Pemuda, antrian bus untuk pengisian gas sampai tumpah ke jalan. padahal di sekitar situ ada rambu huruf P dicoret. jadinya kan itu melanggar. apalagi yg mengisi disitu bersama dengan taksi sama bajaj.

Jadi tentu saja tempat pengisian bbg harus ditambah juga. dengan begini masyarakat akan selalu tertarik menggunakan angkutan umum.

pengadaan angkutan umum yang sukses salah satunya adalah tidak terjadi penumpukan penumpang di halte/stasiun.

Avatar darling

supir transjakarta yg ugal2an

hari ini saya SANGAT KECEWA sekali dengan supir transjakarta yg ugal2an karena siang ini sehabis saya menjemput anak saya sekolah yg berlokasi di Otista itu harus menyebrangi jalan & lampu merah di jalan raya & lampu transjakarta sudah berwarna merah semua serta semua kendaraan (mobil pribadi, motor, metromini, kopaja & bus2 umum) sudah berhenti semua kemudian saya menyebrang dengan anak saya yg masih TK tp tiba2 dari jalur busway arah cililitan - kp.melayu datang busway dengan kecepatan tinggi & tidak berhenti sama sekali di lampu merah transjakarta tersebut.
Kejadian ini saya alamin sendiri & saya AMAT SANGAT KECEWA dengan kejadian ini dimana transjakarta yg katanya transportasi no.1 di jakarta ini ternyata kelakuan supir2nya tidak beda jauh dengan supir kopaja & metromoni.
Untuk manajemen transjakarta tolong lebih seleksi lagi dalam memilih supir2 yang akan di pakai.
Terima Kasih.

Avatar michll

setuju

yes.. saya juga perna melihat kondisi demikian di pertigaan jalan panjang - kebun jeruk. n saya yakin, saya TIDAK buta warna.. lampu lalu lintar bergambar bus menyala merah, tapi busway melaju dengan kencang. untungnya tidak ada kendaraan yang lwt. bayangkan jika saja ada kendaraan atau orang yg menyeberang jalan. jangan setelah kejadian hanya dibilang lalai ato khilaf. TOLONG MANAGEMENT MENCEK LAGI KONDISI KEJIWAAN PARA PRAMUDI BUSWAY.
terimakasih..

Avatar Phoenix

STEriL kalau ada PoLisi

saya pengguna, bus transjakarta koridor 6 (ragunan-dukuh atas), yg mulai merasa senang karena akhirnya mulai diberlakukan sterilisasi seperti koridor 1 (blok m-kota).....tapi tampaknya memang entah Pak Polisi ga peduli kepentingan umum atau apa? karena sekarang jalur busway mulai diserobot kembali oleh motor2, metromini/kopaja, dan mobil pribadi....

Mohon pak polisi, dahulukan kepentingan umum, jangan sungkan atau malas MENILANG mereka-mereka yg sudah merebut hak kepentingan umum hanya utk kepentingan pribadi mereka yg ga mau kena macet tapi ga mau pake busway.

Karena di Indonesia kalau tidak ada tindakan tegas seperti TILANG, maka pengguna kendaraan pribadi tidak akan pernah takut utk TERUS menyerobot jalur busway

sekian & terima kasih

Kirim komentar

Isi bagian ini tidak akan ditampilkan untuk umum.
  • Alamat web dan email otomatis akan diubah menjadi link.
  • Tag HTML yang dibolehkan: <p> <br /> <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.

Informasi lebih lanjut tentang opsi format tulisan

CAPTCHA
Maaf, Anda manusia atau spam bot?
Jika Anda manusia, tolong ketikkan kode yang muncul di bawah ini (case sensitive)
Image CAPTCHA
Copy the characters (respecting upper/lower case) from the image.