tolong di perhatikan
Rab, 09/01/2010 - 22:43 — yukitaro
saya pengguna busway tiap hari,saya berniat menggunakan buswai dari halte tegalan menuju senen, pada tgl 1 september jam 21.30 wib, akan tetapi saya mau membayar pake uang pecahan 50.000 karna emank gak ada uang kecil di dompet, tetapi begitu saya mau bayar dari locket bilang gak ada uang kecil, terus saya bilang gak ada, sampai saya lihatin semua, kata dia gak ada kembalian mas!.dengan rasa kecewa akhirnya saya tidak jadi naik busway, yang saya mau tanyakan, emang dari pagi sampai malam gak ada yang menggunakan busway sampai bilang gak ada kembalian. itu aja .
- 600 kali dibaca
Komentar
Kam, 09/02/2010 - 01:13 — Guest (tidak terverifikasi)

saran
Saran untuk memaksimalkan Transjakarta dan angkutan UMUM. hal yg harus kita ingat, BUSWAY itu sarana UMUM, dan BUSWAY jalan untuk angkutan UMUM. jadi harusnya angkutan UMUM dikelolah oleh NEGARA bukan SWASTA seperti: angkot, mikrolet, Patas, dll.
sebagai pengendara kendaraan pribadi, sy merasa lelah, dan alangkah baiknya kl menggunakan sarana UMUM, tp keadaan yg membuat sy malas menggunakannya karena: tidak aman, sulit dijangkau, jadwal tidak jelas, dsb.
untuk perbaikan saran sy sebagai berikut (yg sudah dibuat tidak usah dirubah):
1. perbanyak halte setiap jarak 150-200m = 1 halte
2. bus, angkot, mikrolet, metromini, patas, transjakarta, dikelolah oleh negara dan masuk kejalur busway smua, bukan dibagi2 seperti skarang
3. supir yg tidak disiplin dikeluarkan
4. halte dibuat sampai ke dalam perumahan (karena mau keluar komplek aja udah jauh)
5. halte yg dibuat hanya halte simple supaya orang aman untuk berteduh, bukan seperti halte busway skarang ---> terlalu MAHAL jd tidak efektif
6. supaya penumpang displin, kl tidak di halte tidak usah diangkut, dan angkutan ada kapasitas aman penumpang (jgn seperti ikan pepes)
7. sistem pembayaran ke supir bukan kejar setoran (jadi ugal2an bawanya)
8. jadwal tepat, rute jelas, ada tempat parkir dekat Halte2x tertentu
9. pembangunan transjakarta harus fokus dan jgn rubah2 sebentar ke busway, sebentar monorail, trus mau MRT......biaya kebuang2....mending difokuskan jd ga buang biaya
10.halte ada di setiap pertokoan besar, dan dikoneksikan dengan bandara udara,dll
11. KEAMANAN dijaga ketat.
12. Tiket Khusus dengan harga terjangkau
13.DLL
Sekian sy rasa, secara garis besarnya seperti itu. kl ada salah kata mohon dimaafkan. inipun masih belum sempurna
terima kasih
Sen, 09/20/2010 - 00:51 — andhikaekananda
memang Tidak fokus
betul banget.........
harus disempurnakan dulu tuh transjakartanya...
masak ini belum sempurna udah buru2 ke monorel & mrt aja. malah mau bikin jalan tol pula yang jelas2 tidak memihak kepada angkutan umum.
yang bikin saya berpikir ni yang rencana pembangunan jalan tol yang katanya dimulai tahun depan. kenapa tidak dialihkan saja untuk memperbaiki angkutan umum yang ini ?....
bila anda coba cari2, biaya investasi jalan tol adalah Rp 40M per kilometer untuk jalan tol yang di atas tanah. kalo elevated lebih mahal lagi. nah, kalo satu ruas brapa yah panjangnya ?
harga investasi jalan tol per kilometer itu setara dengan harga 10 unit bus. nah kalau investasi untuk satu ruas bisa setara dong dengan 100 unit lebih bus baru. belum lagi biaya pembebasan tanah.
kemudian penunjang oprasional Transjakarta adalah SPBBG. memang perlu lahan seluas apa sih untuk pembuatan tempat ngisi bbg ? tentu saja tidak sampai seperti pembangunan jalan tol. jauh sekali perbedaanya.
bagaimana nih keberpihakan pada angkutan umum ?
saya rasa masih lebih murah untuk membenahi ini.................


