Petugas Busway Wanita Halte Dukuh Atas 2 yang Kurang Ajar
Rab, 09/08/2010 - 19:20 — Rico Rahardian
Kepada Pemimpin Busway yang terhormat
Hari ini sekitar jam 5 sore salah satu staff wanita anda yang bertubuh gendut bgt yang menjaga pintu koridor 6 arah Dukuh Atas 2 - Ragunan telah berlaku kurang ajar dengan saya.
Kronologis:
1. Pada jam 5:40 antrian Pria (pintu belakang) dan Wanita (Pintu depan dalam keadaan sepi, yakni hanya 2 meter.
2. Datanglah busway koridor 6 dengan keadaan sepi, terbukalah pintu untuk penumpang, akan tetapi pintu belakang tidak bisa dibuka karena macet.
3. Petugas busway pria yang ada di pintu belakang meneriaki supir yang ada di dalam untuk membuka pintu akan tetapi pintu tetap tidak bisa dibuka, sementara itu antrian wanita yang ada di pintu depan sudah pada masuk busway semua.
4. Saya yang ada di antrian pintu belakang langsung menuju ke pintu depan akan tetapi dihalangi oleh petugas wanita anda yang bertubuh gendut itu.
5. Saya tetap masuk dan dia marah dengan meneriaki saya "Gak sopan".
6. Saya bilang ke dia "Makanya pintu belakang dibuka".
7. Petugas wanita tersebut nengok ke pintu belakang dan sepertinya dia tidak tau kalau pintu belakang tidak bisa dibuka karena macet.
8. Tidak lama setelah itu pintu belakang baru terbuka dan beebrapa penumpang pria yang ada di pintu belakang masuk dan beberapa orang tidak mau masuk karena tidak kebagian tempat duduk.
9. Petugas wanita tersebut tetap marah-marah ngadu ke teman-teman sesama petugas busway yang ada di dekatnya.
10. Saya diam karena apa yang saya lakukan wajar, pintu belakang macet sementara itu antrian di pintu depan sudah pada masuk semua penumpangnya yang akhirnya antrian tersebut kosong. Lantas apa salahnya masuk lewat pintu depan, belakang-belakangnya Pria dan Wanita dicampur jugakan didalam bis. Peraturan memang perlu tapi lihat kondisi dan bertindak sesuai dengan kondisi.
11. Bis yang saya naiki berjalan dan temannya yang ada di dalam busway bicara ke semua penumpang "Bis ini buatan manusia bukan buatan Tuhan jadi tidak sempurna makanya semua penumpang harus sabar"
12. Saya turun di ragunan akan tetapi petugas yang ada di dalam bis tetap diam ketika saya turun (menurut saya tidak berani, sepengalaman saya petugas busway beraninya kalau ramai-ramai saja, sudah berapa kali saya bentak kalau mereka salah dan alhasil pasti petugas tersebut diam. Tapi kalau temannya sesama pegawai lagi banyak, baru berani bicara)
Tolong petugas wanita itu diberi teguran keras dan diajari untuk bertindak sesuai dengan keadaan. Kalau pintu belakang macet ya antrian pintu belakang dialihkan ke depan karena antrian pintu depan sudah sepi, sudah pada naik semua. Ngapain tetap kaku menegakkan peraturan antrian pria dan wanita. Intinya Suru dia pakai otak kalau mau bekerja.
Terima kasih
- 2593 kali dibaca
Komentar
Kam, 09/09/2010 - 09:06 — Guest (tidak terverifikasi)

Heran halte dukuh atas 2
Heran halte dukuh atas 2 lama2 makin byk pegawai yg bodoh bin arrogant ya. Gw jg waktu ke pulogadung jg sama, ada bbrp pegawai busway cowo cw cuma teriak2 gax jelas doank, ngebbantu jg enggak. Heran service busway makin lama makin ancur.
Drpd teriak2 gax jelas di halte mendingan tu pegawai busway ngejagain jalur busway biar steril,
Sel, 10/05/2010 - 11:41 — arif (tidak terverifikasi)

sepakat.. jagain jalur
sepakat.. jagain jalur busway, tambah armada.. percepat proses administratif.. perkuat juklak lapangan.. laksanakan perhitungan evaluasi keekonomian secara holistik dan terintegrasi.. yakin gw ini moda transportasi klo dikelola dengan bener, bisa jadi kebanggaan warga jakarta en indonesia
Sel, 12/06/2011 - 16:21 — Citizen (tidak terverifikasi)

Stupido!
Bodoh! Anda yg tdk dengar apa yg mereka teriakan, karena abolutely anda sedang dengar musik, mostly penumpang bus TransJkt saya lihat sibuk dg handphone dan earphone yg melekat d telinga mereka, dengar musik??? atau ??? whatever....saya pengguna bus TransJkt jg dan saya amati perilaku penumpang lainnya, kesimpulannya pengguna bus ini masih banyak yang tidak tertib, tidak peduli dg aturan, mau menang sendiri dan banyak lg....coba bayangkan seandainya anda yg berada di posisi mereka (sbg petugas/officer on board)...apa yg akan anda lakukan?! Berkacalah....!!!
Kam, 09/09/2010 - 10:30 — inisial i (tidak terverifikasi)

petugas loket busway benar2 ga ada tata krama.
Saya bingung banget sebenarnya, karena sudah beberapa kali naik busway dan saat membayar, mba2 buswayny selalu marah2, bener2 menghancurkan mood satu harian! Mau di mana aj, sama aja mba2nya gaaalaaaaaak bangeeeeet! Ga pernah senyum! Bikin malu indonesia aj kalo ad turis yg naek busway! Saya sendiri dimarah2in hanya karena masalah sepele, mau marahin balik, cuma kan kita org berpendidikan. Ga kayak mba2 busway yang bener2 ga kenal sopan santun. Temen2 saya juga byk bgd yg protes! Tolong banget mba2 busway yang ad di kota, harmoni en semuanya, diajarin senyum sama sopan santun dulu deh sbelon diterima! Paraaaah banget tuh mba2, lg puasa aj bisa kerjaannya marah2! Bikin males naek busway ajah!
Sab, 09/18/2010 - 18:47 — Guest (tidak terverifikasi)

SETUJU !!!!
Setuju banget tuh
Saya dari agustus lalu mulai naik busway
Karna saya pikir lbh baik naik busway kemana"
Walau pun KURANG armada n harus berdesak" an
Saya masih maklum
Tapi untuk yg satu INI SANGAT TIDAK BISA DITOLERIR lagi !!!
Terutama Bag tiketing busway di station kota ga sopan!
Ngom na pada saat saya beli tiket pake J-card
"Ga usa ragu2!" Dgn nada ga senenk
Saya bls, "sapa yg ragu?" malah makin jd
Ngoceh" d blakang saya
Tiketing paling ujung kiri
Ini udah kesekian kali na saya d gtuin
Udh d ikutin mau na malah dy yg ngomel -_-"
Ga tw tata cara "service" yg baik
Lama" d gtu in
org" juga bs eneq
Sebagai Tiketing HARUS nya NGERTI yang nama na PELAYANAN !!
Bukan dalam artian d marahin org tanpa sebab diem" aja (tapi tetep aja harus SENYUM! , ga boleh marah ato kasih tampang masem)
FRONTLINER itu harus nya TAU itu!
Kalo jd frontliner ga boleh yg nama na marah"
Ngomong kasar sama customer
KALO GA BISA YA GA USAH jadi Frontliner !!!
Buat perusahaan na juga!
Tolong lebih di perhatikan soal pelayanan ini!
Kalo karyawan yang GA NGERTI pelayanan itu apa, GA USAH terima kerja!
Yang ada MALU-MALU in indonesia aja
Turis turis kan byk yang pake Busway/ bus transjakarta
Kam, 09/09/2010 - 21:38 — Chriswan (tidak terverifikasi)

setuju
yang pake jilbab bukan?
kalo yang itu emang rese banget...
Sen, 09/13/2010 - 22:25 — Maycha
Berbagi pengalaman saja, Saya
Berbagi pengalaman saja,
Saya sudah mengantri lamaaaa sekaliiii.. di halte pasar baru timur, setiap busway yang lewat saya tidak diperbolehkan masuk, kata petugas di dalam penuh, sedangkan saya lihat yang mengantri di pintu tengah dan belakang bisa masuk.
Setelah menunggu laamaaaa..., akhirnya ada penumpang yang turun lalu saya berhasil MENEROBOS masuk bersama 1 orang lainnya, mekipun tangan petugas WANITA seperti hendak menghalangi. Aneh kan kenapa dihalangi, sedangkan saya menggantikan tempat penumpang yang tadi turun?
Lalu apa yang terjadi kemudian?
Petugas itu dengan suara kencang berkata.. "Maksa banget sih mbak!"..
Penumpang pria yang ikut masuk langsung menjawab.., "Sudah satu jam kami menunggu tapi tidak ada busway yang mau membawa kami, kalau tidak memaksa masuk sampai kapan kami bisa pulang, lagian ini masih ada tempat kenapa tidak boleh masuk?.."
Akhirnya si petugas itu diam saja dengan wajah cemberut. Dia pikir saya sendirian makanya dia berani membentak saya.
Petugas wanita di busway ini tidak tahu sopan santun, sok ngatur tetapi tidak pakai otak, busway lebih baik diatur oleh petugas pria saja karena tidak banyak bicara, baik dalam pengaturan dan yang pasti lebih tau sopan santun!
Sel, 09/14/2010 - 15:26 — aria sanjaya
mohon di maafin
yah sabar saja y mbak, mungkin saja dia sedang sensitif, jadi suka marah - marah begitu deh..
lagian wanita maupun pria sama saja kalau dia kerjanya lagi bermasalah.
namanya juga manusia tidak luput dari kekurangan dan kehilafan.
buat satgas pria maupun wanita (termasuk saya sendiri) mungkin ini menjadi suatu pelajaran agar dapat mempertimbangkan situasi dan kondisi bagai manapun yang akan terjadi.
terutama dalam 4Snya.
Jum, 09/17/2010 - 11:26 — Lily Purwati
Sudah Resiko Tugas
Setiap pekerjaan ada standar perilaku/kode etik (resmi/tidak resmi), konsekuensi & resikonya. Jadi sebelum memutuskan/memilih pekerjaan, harus dipikirkan masak2. Kalau sudah memutuskan/memilih harus ikutin standarnya, lalu menerima semua konsekuensi & resikonya dengan lapang dada.
Jadi, menurut saya, cape, bete, bosan, stress itu adalah konsekuensi tugas SEMUA PEKERJAAN, termasuk satgas. Jangan dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan marah/judes/nangis, dll, (walaupun itu MANUSIAWI banget). Cobalah improvisasi dan saling mendukung di lapangan agar tidak bete/stress walaupun dalam keadaan cape, bosan, dll.
Yagn utama : nikmati pekerjaan Anda. Enjoy. Terima sebagai BERKAH, bukan suatu PAKSAAN. Hidup itu proses belajar. Enaknya bekerja adalah : BELAJAR & DIBAYAR PULA!! (Kalau merasa dibayar tidak sesuai/sebanding, jangan marah2 gak jelas juntrungan. Ini negara merdeka, kita semua merdeka. Kita putar haluan aja, gak ada yang larang.)
Semuanya, pisss.....
Sel, 10/05/2010 - 11:33 — arif (tidak terverifikasi)

-
catat nama dan nomor pegawainya, laporkan.. berharap manajemen TJ dan tim nya melaksanakan investigasi, hasilnya? laporkan dan publish dengan efektif dan efisien.. perkuat PR (Public Relation) dan HR (Human Resources).. klo bersalah yaa beri punishment, tapi klo memang ga salah, investigasi agar kejadian tsb tidak berulang (misal buat SOP baru perihal keadaan tidak terduga).. memang ga gampang.. tapi itu bagian dari cara membuat TJ menjadi professional..
oh iya, kepada manajemen TJ, tolong diperhatikan masalah engineering dan transport management serta buat mitigation plan untuk masalah tender n others sh*t, buat terobosan breakthrough, jakarta dah jadi kota sekarat.. mati segan hiduppun tak mau.. kami berharap sangat kepada moda transportasi baru ini selain MRT yang gak jadi2 dan KRL yang makin parah..
berharap jaman pak harto, masalah bisa kelar dalam waktu 1x24 jam (lebayy).. ingat, kita yang membuat system, jangan sampai system yang membelenggu kita.. demi anak kita, demi cucu kita, demi generasi indonesia khususnya warga jakarta yang akan datang.. (tapi kayaknya keburu perang dunia deh.. hee)



