Undangan Diskusi Busway
Sel, 10/30/2007 - 20:39 — putra
KERRY bertanya:
" So tadi gimana ne teman2 yang datang ke acara seminar busway?
Sharing donk ma kita2 kalo ada yang menarik. Ok d, ditunggu yah kabarnya. "
HARRY KW HARYONO bertanya:
" Bagaimana dgn acara seminar. Busway hari ini? Menarikkah ateri topik seminarnya?, maaf tadi saya juga tidak bisa hadir. Oh ya, saya selalu mengikuti perkembagan group mailing list ini dan terus update dgn informasi di sini. Terima kasih kawan-kawan. "
PUTRA menjawab:
Sebenarnya td bukan seminar, tapi diskusi, soalnya pesertanya tidak terlalu besar dengan panelis yang sedikit 3-4 org. Itu kata orang INSTRAN-nya sendiri.
Karena datangnya telat (sekitar jam 3) saya gak sempat lihat presentasi awalnya. Masuk pas sesi ABKJ=Anda Bertanya Kami Menjawab.
Topik yang dibahas adalah polemik busway yg karena akhir2 ini jadi kambing hitam kemacetan.
Sebenarnya tidak ada topik yg baru yg didiskusikan, malah milis ini lebih uptodate menurut saya. Diskusinya menurut saya terasa kurang greget/bumbu karena kebanyakan yang datang adalah pers yang sepanjang diskusi lebih banyak ngobrol/ngerumpi sesama pers dan mengincar waktu makan2 ketimbang menyimak materi diskusi. Maka kebanyakan pertanyaan yang diajukan ke panelis adalah pada umumnya dukungan dan kritikan ke arah manajemen busway, bukan penolakan konsep buswaynya sendiri.
Lucunya semua panelis termasuk Kadishub sendiri sebenarnya sudah menjelaskan secara gamblang untuk menjawab poin2 pertanyaan dan bahan diskusi, eh masih aja ada satu dua penanya yang gak menyimak. Akhirnya pertanyaannya diulang2 dengan jawaban yang diulang2. Apalagi kebanyakan pers saking asiknya ngerumpi dan makan, seusai diskusi bubar pun mengerubuti kadishub untuk (lagi-lagi) menanyakan apa yang sebenarnya sudah dipaparkan di forum diskusi tersebut.
Dalam diskusi tersebut menurut saya masih banyak yang rancu terhadap konsep busway antara itu pelayanan publik dengan bisnis laba. Menurut saya itu dua kutub yang berbeda, dan suatu pelayanan harus jelas memilih antara dua kutub itu. Ini terlihat dari ada usulan kalau perlu busway dibedakan yang AC tarifnya mahal sekali, yang non-AC murah seperti sekarang. Saya dan kenalan dari INSTRAN yg duduk disebelah saya hanya ketawa2 saja dengar usul itu. Kelihatannya masih ada beberapa peserta diskusi yang tampaknya belum paham betul kalau busway adalah pelayanan publik bukan bisnis laba oleh swasta.
Sama seperti halnya konsep subsidi, sebenarnya ada beberapa hal yang perlu dikoreksi ketika disinggung panelis Prof Danang dari UGM. Kalau beliau melihat subsidi per penumpang dari tarifnya. Padahal sekali lagi menurut saya subsidi itu kalau dilihat perbulan adalah fluid (cair). Besarannya tidak akan pernah fixed karena dipengaruhi cash in & out nya BLUTJ per bulan. Jadi katanya beliau kalau semakin banyak penumpang, justru subsidi busway semakin besar. Lho kalau menurut saya terbalik, semakin banyak penumpang semakin bertambah pendapatan, sedangkan pengeluarannya kan tetap, busnya jumlahnya tetap, justru subsidinya berkurang (tetapi dengan imbas pelayanan sedikit berkurang kenyamanannya - semakin padat). Itu contohnya.
SARAN DAN KRITIK:
Mungkin ada baiknya diskusi2 ini diadakan di kantong2 yg resistansi terhadap konsep busway tinggi, seperti di atrium Pondok Indah Mall, Pluit, dsb. Kalau kayak tadi cenderung one-way traffic discussion, gak ada yg kontra, alias kurang "panas" diskusinya. Kalaupun dibilang kritis/panas, secara umum yang nanya sebenarnya setuju busway. Apalagi diadakan pas jam dan hari kerja. Saya usul seperti ini baiknya diadakan di tempat2 seperti yg saya usulkan (mall - PIM) dan pada akhir pekan (Sabtu - Minggu).
Sekian ulasan singkat "Undangan Diskusi Busway" yang diselenggarakan hari ini 30 Oktober 2007 di gedung dewan pers Jakarta oleh MTI dan Instran.
p
- Blog putra
- 459 kali dibaca
Komentar
Rab, 10/31/2007 - 22:40 — yogi
Maaf
Kaya'nya seru tuch, maap ga bisa dateng..maklum aye orang kantoran :D
Min, 11/04/2007 - 14:10 — david_chyn
Anggota DPRD
Supaya diskusinya bisa lengkap. Undang juga anggota DPRD, terutama anggota komisi.
Salam (dc)
Kam, 11/08/2007 - 08:44 — Guest (tidak terverifikasi)

?
busway hanya akan menyusahkan masyrakat apabila hanya dibangun tanpa konsep yg jelas spt sekarang ini. busway hanya janji jani omong kosong dengan mengatas namakan kepentingan rkyat, padahal dibalik itu semua hanya untuk kepentingan segelintir orang2 pemda dki dan rekanan2 proyeknya saja.
kalo memang berniat ingin membenahi lalu lintas dengan busway, mana itu janji menghapus bis biasa yg sejalur dengan busway ? mana itu feeder2 yang menjebatani daerah suburb dengan halte busway ? mana itu janji tambahan satu jalur untuk mengganti jalur yg hilang diambil busway ? mana itu janji ketepatan dan kecepatan waktu busway ? mana itu law enforcement utk kendaraan yg tidak lolos uji emisi ? mana itu pembatasan usia kendaraan ? mana itu ERP ? mana itu monorel ? mana itu sub way ?
kalian di forum pengguna tranjakarta hanya jadi korban kebohongan dan kebodohan SUTIYOSO !
salam
pengguna busway koridor 1



