Sebagai pengguna TransJakarta apakah anda merasa dirugikan dengan diberlakukannya kebijakan mixed-traffic di jalur busway
Komentar
Kam, 12/06/2007 - 22:21 — yogi
Tujuan Survey
Survey ini kami buat agar masyarakat pengguna TransJakarta dapat memberikan pendapatnya mengenai kebijakan Gubernur DKI Fauzi Bowo yang memperbolehkan kendaraan non busway masuk ke jalur busway. Mohon kiranya selain mengisi poling Anda sekalian menuliskan pendapat Anda di kolom komentar ini.
Terima kasih.
Jum, 12/07/2007 - 13:44 — david_chyn
Kembalikan jalur busway pada TiJe.
Kembalikan jalur busway pada peruntukannya. Jangan rusak budaya baru yang dengan susah payah sedang dirintis melalui busway ini.
salam (dc)
Sel, 01/08/2008 - 11:56 — Alvin (tidak terverifikasi)

Jalur Eksklusif Busway
Sebaiknya jalur Busway tetap digunakan oleh Bis TransJakarta, kalau kondisi campuran kayak gini, tidak ada bedanya busway dengan bis umum lainnya. Jadi hasil yang diinginkan tidak tercapai, kalau masalah macet, ya memang dari dulunya sudah macet bukan?
Tolong diperbanyak saja bis nya sehingga waktu tunggu akan lebih singkat, saya yakin lambat laun org2 akan dengan senang hati berpindah menggunakan busway.
Rab, 01/09/2008 - 02:24 — kemplung (tidak terverifikasi)

Kembalikan TransJakarta pada kodratnya
Kemacetan terjadi bukan karena busway, tapi karena ketidakdisiplinan.. Bukan pula dari penuhnya kendaraan. Itu hanya alasan lama agar selalu ada proyek. Busway muncul untuk memindahkan penumpang kendaraan pribadi dan umum lainnya (yang kendaraan umum tersebut suka ngetem di tempat dilarang ngetem). Nah, itu tujuannya.
Jika kemudian Gubernur Fauzi Bowo mencampurkan jalur bus TransJakarta dengan kendaraan umum, apa gunanya lagi Busway tersebut? Dan bagaimana dengan rasa keadilan bagi pengguna Busway yang sudah membayar karcis untuk mendapatkan layanan bebas macet (yah terhambat disetiap perempatan adalah wajar). Jika Fauzi Bowo tetap bertekad mencampurkan jalur TransJakarta dengan kendaraan lain, berikan insentif lebih kepada pengguna Busway berupa penurunan harga tiket atau digratiskan sama sekali.
Kalo tindakan Gubernur Fauzi Bowo mencampurkan jalur bus tersebut untuk menghindari kemacetan parah, mengapa tidak dibuka saja jalan tol dalam kota untuk kendaraan lain (sepeda motor misalnya)? toh tujuannya sama, melancarkan lalu lintas. Tapi apakah tindakan itu benar?
Jika memang bertekad demikian, berarti saya pribadi akan menilai Gubernur DKI yang baru sangat mencla mencle dalam menjalankan kebijakan. Warga DKI butuh Gubernur yang kuat dan keras, bukan lembek dan penakut. Jika ada kendaraan parkir dipinggir jalan padahal terdapat dilarang parkir namun mengakibatkan macet, bukan jalur bus TransJakarta yang dibuka. Tapi kendaraan itu yang harus diderek.
Kam, 02/21/2008 - 16:14 — TJ Fan (tidak terverifikasi)

Aturan harus di tegakkan
Kembalikan Jalur Busway sesuai dengan fungsinya... kalau kendaraan pribadi atau kendaraan selain bus TJ lewat jalur busway... maka akan 7an diadakan busway tidak akan pernah tercapai... makin lama penumpang busway jumlahnya semakin menurun... maka satu hal yang harus dilakukan... tegakkan aturan!!! larang kendaraan pribadi masuk jalur busway !!!
Sen, 02/25/2008 - 17:39 — Baby (tidak terverifikasi)

Pemimpin Tidak Tegas, Rakyat jadi Korban
Tidak tegas, tidak konsisten dengan konsep awal menjadikan rakyat kecil jadi korban.
Mobil pribadi, metro mini dan bajaj sekarang sudah boleh masuk jalur busway,
Akibatnya? selain bus way terhambat, kecelakaan di tiap lampu merah bertambah, terutama kendaraan yg akan belok kanan, dipotong oleh kendaraan penyerobot jalur busway yang memaksa jalan lurus ..
Pemimpin tidak tegas, keselamatan jiwa rakyat kecil dipertaruhkan..
Jum, 02/29/2008 - 02:44 — Arif (tidak terverifikasi)

Payah..
wah penyakit orang indonesia itu satu..."tidak pernah tunduk pada aturan dan undang2 yang dibikinnnya sendiri" kalo semua warga n aparat maupun pejabat tidak disiplin dan punya visi jauh kedepan..duh akan semakin ketinggalan indonesia dengan negeri tetangga..lihat saja..sebentar lagi pasti disalip oleh negara tetangga yang notabene baru merdeka..we'll see.
Sen, 03/10/2008 - 18:48 — SiBarokokok (tidak terverifikasi)

kasihan kalian semua
baik pengguna maupun non pengguna kena sial yagh?
mending kita rame2 angkat kaki dari negeri ga rebes ini,
lah loh, tapi kalo kita nya yang ga rebes, mao lari kemana juga ga rebes.
so, terkadang bukan salah orang laen sigh, tpai salah kita sendiri juga, nah sekarang mao berrebes ga kita?
kalo untuk pemerintah,
ya pemerintah diharapkan punya solusi lebih mendasar dan jgn melihat transportasi dari segi transportasi saja, banyak aspek yang membuat jakarta macet, tapi kenapa cuman transportasi yang disalahkan?
makan tuh perpindahan dari desa ke kota,
makan tuh orang ga taat KB,
makan tuh gedung2 yang dibangun dengan megah, cepat dan KOSONG,
makan tuh orang2 buta huruf yang ga tau transjakarta gimana cara nyebutnya, ya sring aja sla naek kendaraan umum.
dah cukup blom makannya? masih banyak lauk menunggu, jgn sampai semuanya basi. itu tantangan buat kita semua.
Salam,
BusyetAdaBarokokok
Min, 03/16/2008 - 19:55 — halflife
Mixed Traffic
Saya yakin yg bilang tidak merasa dirugikan dgn dibuatnya mixed traffic adalah pengendara mobil pribadi yg ikutan voting seakan-akan dirinya pengguna busway
Kam, 05/08/2008 - 18:22 — myNameIs (tidak terverifikasi)

makasih bngt & gw rugi klo kyk gitu
saran:
1. adain 24 jam donk...hehehehhe
2. rute kali malang juga adain donk,,rumah saya kan bekasi
3. jabodetabek perlu ad nih,,murah cuy asal ga kluar shelter
pengalaman:
berkat busway,,saya am tmen2 ga sah repot2 lg utk wisata ke dufan/ancol
wktu itu dr PGC sambung d kampung melayu,,tinggal lurus sampe ancol,,langsung d loket ancol pula
1. duduk santai (kursinya nyaman,,pas abis)
2. nyaman (ad ACnya,,dingiiiinnnn)
3. wangi (dah kyk bis eksekutif antar kota antar propisi)
4. aman (ad satgasnya)
5. murah (wktu itu 3500,,bayangin seandainya ga ad BW,,nyampe ancol heavy on the cost)
6. cepet (ga buang waktu krn ga ngetem,,jalur sndiri lg)
7. top abis,,smg makin baik pelayanannya
hidup busway,,hapus jasa angkutan lain,,tp jgn lupa cari solusi lapangan kerja utk mreka jg,,jgn maen pecat n hapus!!! oTre!!
ayo kita bangun indonesia mnjadi lbih baik!!!
---------
wah klo pak uziowo bwt kbijakan gt,,gile jg sih,,lama2 tuh jalur beton jg rusak,,am aj bokis donk,,tp mnurut saya,,klo blm beroperasi koriornya sih ga ap2,,tp klo dah beroperasi
sikaaaaaaatttttt semua pak/bu Polisi (polisi jg ad yg cwek kan)
rugi donk,,kasarnya "kan gw bayar"
Sab, 08/16/2008 - 09:55 — mahendra (tidak terverifikasi)

orang orang pengguna non busway
kadang saya sempat sangat kesal, terutama di jam jam sibuk itu biasanya banyak mobil mobil yang masuk jalur busway. bahkan yang lebih parah mobil2 tentara atau mobil yang berplat merah, ankatan udara, angkatan laut dengan tanpa dosa masuk jalur busway. ada polisi tapi polisi tidak bertindak apa2. segitu bejatkah orang indonesia?
Rab, 08/27/2008 - 13:10 — Wawan Prayogi (tidak terverifikasi)

Halte Busway Jauh dari Nyaman
Kapan halte busway bisa nyaman???
Sudah antrinya lama karena alasan "traffic jam"
mbok ya ruang tunggunya dibikin nyaman biar nunggunya nggak kemringet
kan malu masuk kantor bau.....
Sel, 09/02/2008 - 23:34 — MAHASISWA INDONESIA (tidak terverifikasi)

Buswa keren !! gw jadi
Buswa keren !! gw jadi bener2 bisa menghemat tenaga, WAKTU, dan uang....mantap hanya 35oo rupiah aja gw bisa muter2 jakarta....emg top bang yos..
KUat bang fauzi, saya harap beliau mampu meneruskan warisan yang luar biasanya ini supaya mega proyek transjakarta ini semakin dapat dinikmati masyarakat dan mapu menjadi kendaraan transportasi utama di jakarta kita tercinta
Kelebihan yang saya alami dari BW sendiri :
1. Nyaman
2. dingiiin
3. Profesional
4. halte bnyk cmn harus di tingkatkan
NB : Usul, bikin busway terintegrasi di setiap kampus..karena pasti akan sangat membantu para mahasiswa yang sedang menuntun ilmu dan akan menjadi cikal bakal calon pemimpin bangsa selanjutnya...thx,,,
hidup indonesia...salam perubahan...hidup reformasi...hidup maHASISWA !!!!!
Rab, 10/08/2008 - 16:00 — Didi Y. (tidak terverifikasi)

Jalur Busway Bersih, Jumlah Bis Banyak, Kemacetan Berkurang
Sudah terbukti bahwa perluasan & penambahan jalan tidak mungkin mengatasi masalah lalu lintas. Langkah menjadikan jalur busway menjadi mixed-traffic sama saja dengan memaksakan cara usang meskipun tidak berhasil.
Jadi seharusnya pemda lebih mendorong pindahnya para pengguna mobil ke moda transportasi umum, seperti busway. Jumlah busway diperbanyak. Jalur dibersihkan dari mobil agar busway bisa meluncur lebih cepat. Hasil yang diharapkan adalah makin banyak dan cepat orang bisa diangkut, serta semakin berkurangnya pengguna mobil pribadi.
Rab, 10/08/2008 - 16:05 — Didi Y. (tidak terverifikasi)

Jalur Busway Bersih, Jumlah Bis Banyak, Kemacetan Berkurang
Sudah terbukti bahwa perluasan & penambahan jalan tidak mungkin mengatasi masalah lalu lintas. Langkah menjadikan jalur busway menjadi mixed-traffic sama saja dengan memaksakan cara usang meskipun tidak berhasil.
Jadi seharusnya pemda lebih mendorong pindahnya para pengguna mobil ke moda transportasi umum, seperti busway. Jumlah busway diperbanyak. Jalur dibersihkan dari mobil agar busway bisa meluncur lebih cepat. Hasil yang diharapkan adalah makin banyak dan cepat orang bisa diangkut, serta semakin berkurangnya pengguna mobil pribadi.
Sel, 11/25/2008 - 10:25 — Penumpang TiJe (tidak terverifikasi)

Mixed Traffic, Suatu Pembodohan dan Kemunduran
Assalammu'alaikum,
Begini yah... Jalur busway itu cukup bagus dan benar oleh Pemda DKI utk bus transjakarta.
Tetapi kenapa disetting untuk mixed-traffic sih?
Untuk masalah macet, tolong koridor-koridor yang belum beroperasi, agar segera dioperasikan.
Dan menambah armada juga di koridor-koridor yang lama, tentunya.
So simple, operasikan koridor baru, tambah armada baru, dan JANGAN CAMPURKAN jalur khusus busway dengan kendaraan lainnya.
Coba lihat dalam beberapa minggu. INSYA ALLAH, ini semua akan mengurangi kemacetan.
Dimana ada niat, disana ada jalan, dan disana ada hasil yang bisa dinikmati bersama-sama.
Saya yakin.
Note for Pemda, please yakin dan cermati baik-baik. Jangan hanya cuma senyum simpul saja.
Terimakasih.
Wassalam
Jum, 01/02/2009 - 14:11 — taufik (tidak terverifikasi)

Mencari Responden Pengguna Bus Way
Teman-teman pengguna Bus Way yth,
Saya taufik, bekerja untuk majalah Tempo. Berencana menulis tentang Bus Way. Saya berharap ada kawan yang menjadi responden untuk tulisan tersebut. Jika ada yang berminat menjadi responden saya bisa japri di email saya di taufik@tempo.co.id atau jayapabadi@yahoo.com.sg.
atas kesedian kawan-kawan pengguna Bus Way, saya ucapkan terima kasih.
A.Taufik
Sel, 02/23/2010 - 15:11 — Adam verdian
Ingat negara mau maju yang lain!
gimana indonesia mau berkembang, toh ada transjakarta aja yang masih baru udah mau di pake jalurnya buat kendaraan lain...
bener juga tuh apa yang dikatakan diatas, jangan salahkan busway Transjakarta...
1. Salahkan orang yang sok kaya yang bikin gedung tinggi" tapi isinya kosong
2. Salahkan orang yang sok gengsi, maunya beli mobil baru yang bikin macet aja
3. Polantas yang dibayar baru mau bertuga
4. Banyak masyarakat Indonesia yang pada "buta". Udah tau jalur Transjakarta, eh diserobot juga!!!
5. Haduh kebiasaan masyarakat, sekolah ga sih. Taunya cuman naik busway!!! Bisa baca ga sebenernya, emang mau bunuh diri apa naik busway segala!




